Palangka Raya (ANTARA) - Seiring perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan, bidan harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, serta praktik berbasis bukti.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini saat menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palangka Raya Periode 2023–2028 yang berlangsung di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, kemarin.
Menurut Zaini, peran bidan sangat vital dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak. Karena itu, Zaini menyampaikan pesan penting kepada pengurus IBI yang baru saja dilantik agar menjadi pedoman dalam menjalankan amanah profesi.
“Yang pertama adalah bidan senantiasa memperkuat kapasitas dan kompetensinya. Karena itu bidan dituntut selalu belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi medis yang semakin maju,” ucap Zaini.
Berikutnya lanjut Zaini, bidan berperan penting dalam percepatan penurunan stunting, karena bidan merupakan garda terdepan dalam menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Edukasi gizi, pelayanan antenatal, serta pendampingan pasca persalinan harus benar-benar diperkuat agar generasi kita tumbuh lebih sehat dan cerdas,” katanya.
Pesan selanjutnya adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurut Zaini, tantangan kesehatan masyarakat tidak bisa ditangani sendiri oleh satu profesi. Karena itu, IBI harus aktif bermitra dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, posyandu, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat lainnya.
“Dan yang terakhir, sebagai tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat, bidan dituntut menjaga etika, moral, serta kehormatan profesi. Integritas adalah kunci kepercayaan masyarakat, dan itu harus selalu dijunjung tinggi,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus bersinergi bersama IBI dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.