Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melaksanakan simulasi pengaturan parkir di area basement (ruang bawah tanah) di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar Palangka Raya atau tepatnya di lokasi eks KONI.
"Pengawasan terhadap aspek lalu lintas dan perparkiran menjadi perhatian utama Dishub Kalteng dalam mendukung optimalnya fungsi fasilitas publik ini," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy di Palangka Raya, Rabu.
Simulasi pengaturan parkir ini juga merupakan bagian dari persiapan jelang soft opening RTH Bundaran Besar yang direncanakan berlangsung pada Sabtu (10/1/2026).
Simulasi ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan penyempurnaan teknis sistem perparkiran menjelang pemanfaatan kawasan RTH Bundaran Besar. Kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pengaturan parkir agar dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Dishub Kalteng melakukan peninjauan langsung terhadap tata letak parkir, alur keluar-masuk kendaraan, serta aspek keselamatan pengguna.
Baca juga: Pengamat minta kaji ulang kenaikan tiket Museum Nasional
Sejumlah rekomendasi teknis juga diberikan guna meminimalisasi potensi gangguan lalu lintas maupun risiko keselamatan bagi pengendara dan kendaraan.
Diharap saat kawasan tersebut mulai dioperasikan, sistem perparkiran telah siap mendukung kenyamanan pengunjung.
“Kami berupaya memastikan sejak awal pengoperasian, pengelolaan lalu lintas dan parkir di kawasan RTH Bundaran Besar dapat berjalan efektif," tegas Yulindra.
Hal ini penting agar ruang publik yang disediakan benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Koordinasi lintas pihak serta evaluasi berkelanjutan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna kawasan tersebut.
Dishub Kalteng berkomitmen terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala, agar seluruh aspek lalu lintas dan perparkiran di kawasan RTH Bundaran Besar berfungsi optimal seiring pemanfaatannya sebagai ruang publik baru bagi masyarakat Palangka Raya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kalteng Andreas Palem Santosa menambahkan, simulasi ini menjadi tahapan penting sebelum kawasan RTH Bundaran Besar mulai dibuka untuk umum.
“Simulasi ini kami lakukan untuk memastikan sistem perparkiran telah sesuai dengan standar keselamatan dan kelancaran lalu lintas," ucapnya.
Baca juga: Diprediksi naik, penumpang libur Nataru melalui Pelabuhan Sampit malah turun
Baca juga: 47 satwa dilindungi di Kotim berhasil diselamatkan sepanjang 2025
Baca juga: Prabowo nyatakan target Zero Defect MBG berlaku mulai 2026