Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (Fapertahut UMPR) melaksanakan vokasi pembibitan sawit dan pemanfaatan teknologi AI serta geomatika dengan tema “Pembibitan Kelapa Sawit dengan Memanfaatkan Teknologi AI dan Geomatika untuk Perkebunan Berkelanjutan”.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kompetensi vokasi sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM), khususnya mahasiswa, agar lebih melek terhadap potensi strategis sektor perkebunan sawit di Kalteng," kata Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr (cand) Apt Guntur Satrio PMSi di Palangka Raya, Rabu.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Utama Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya ini berfokus pada pelaksanaan praktik pembibitan yang tepat, pengelolaan lahan berwawasan lingkungan, serta pemanfaatan teknologi mutakhir guna mendukung keberlanjutan (sustainability) usaha perkebunan.
Guntur juga menegaskan pentingnya sinergi antara keilmuan, teknologi dan kewirausahaan mahasiswa. Melalui vokasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti AI dan geomatika.
"Ini adalah bekal penting agar generasi muda mampu menjadi pelaku utama pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fapertahut UMPR, Dr Rita Rahmaniati MPd menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah implementasi nyata ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Fapertahut UMPR tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil mengaplikasikan ilmu budidaya kelapa sawit dengan pendekatan teknologi presisi dan berwawasan lingkungan. Inilah komitmen kami dalam mencetak SDM unggul di bidang pertanian dan kehutanan,” tuturnya.
Baca juga: Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR implementasikan keahlian mahasiswa lewat KKN
Melalui pelatihan pembibitan kelapa sawit dan pemanfaatan teknologi yang tengah berkembang, kegiatan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berwirausaha, khususnya di sektor agroforestry.
Mahasiswa didorong agar mampu membaca peluang usaha sesuai potensi daerah dan karakteristik lingkungan, sekaligus berperan sebagai agen pengelola lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan keilmuan budidaya kelapa sawit sekaligus praktik pemanfaatan teknologi AI dan geomatika untuk menghasilkan pengelolaan lahan yang lebih presisi. Pelatihan menghadirkan trainer dari PT Bina Sawit Makmur, yaitu Ihsanul Arif, serta melibatkan Apkasindo Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Dandan Ardi dan Diharyo, serta Direktur Vocasi Fapertahut.
Dalam pemaparannya, Ihsanul Arif menyampaikan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Sawit tidak hanya berkontribusi pada perekonomian, tetapi juga mampu menopang ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Fapertahut UMPR dengan PT Bina Sawit Makmur dan Apkasindo Provinsi Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi, riset terapan, dan pemberdayaan mahasiswa di bidang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
Baca juga: SMA Boarding School UMPR mulai terima siswa baru
Baca juga: Akademisi UMPR gelar psikoedukasi deteksi tumbuh kembang anak usia dini
Baca juga: SMP Muhammadiyah 1 Palangka Raya siapkan kelas sains, tahfiz dan bilingual