Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menargetkan penambahan dan penguatan Fakultas Pascasarjana jenjang S2 dan S3 pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing institusi serta menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Kalimantan.

Rektor UMPR Dr Muhammad Yusuf di Palangka Raya, Sabtu mengatakan pengembangan Pascasarjana menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan universitas, seiring dengan penataan organisasi melalui penugasan pejabat transisi yang diharapkan mampu membawa perubahan dan inovasi.

“Personel transisi ini bertugas selama satu tahun hingga 16 Januari 2027, dengan evaluasi dan penilaian kinerja setiap tiga bulan. Ini untuk memastikan organisasi kampus tetap dinamis dan tidak stagnan karena jabatan yang terlalu lama,” kata Yusuf.

Selain itu, Pascasarjana UMPR juga diarahkan untuk menonjolkan dan mengembangkan riset dengan tetap memperhatikan fleksibilitas bagi mahasiswa, termasuk mendorong lahirnya guru besar di lingkungan UMPR.

Pernyataan itu diungkapkan Dr Yusuf dia disela pelantikan pejabat struktural transisi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya masa periode jabatan 2026-2027.

Ia menegaskan jabatan di lingkungan kampus tidak untuk digenggam, melainkan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan disadari bersifat sementara. Menurutnya, pembatasan masa jabatan penting agar setiap pejabat berada pada posisi yang tepat serta memiliki motivasi untuk terus maju dan berinovasi.

Yusuf menekankan UMPR tidak hanya berperan sebagai perguruan tinggi swasta, tetapi juga menjadi aset publik di Kalimantan yang dipercaya masyarakat untuk menitipkan masa depan putra-putri daerah.

“Struktur yang kita bangun harus memfasilitasi core utama UMPR, yakni menjadi kampus yang diminati masyarakat dan mampu menghasilkan sains dan teknologi, atau setidaknya menyiapkan generasi muda yang kompetitif dalam menghadapi tantangan dan melihat peluang,” ujarnya.

Dalam pengembangan akademik, UMPR membuka ruang seluas-luasnya bagi sivitas akademika untuk mengembangkan kampus, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak serta mendorong pejabat yang dilantik agar mampu menangkap peluang pengembangan universitas hingga ke tingkat pemerintahan pusat.

Yusuf juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pengelolaan mahasiswa serta memastikan interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa.

“Dosen harus benar-benar hadir di tengah aktivitas perkuliahan agar proses pembelajaran berjalan optimal,” katanya.