Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menekankan pentingnya manajemen kalbu bagi masyarakat dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi dan tekanan sosial di era modern saat ini.

“Manajemen kalbu merupakan hal yang sangat penting agar kita tetap mampu bersikap bijak, sabar, dan teguh dalam menjaga nilai-nilai keimanan serta akhlak mulia,” kata Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotim Oktav Pahlevi di Sampit, Sabtu.

Hal tersebut ia sampaikan saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor menghadiri Safari Dakwah dan Kajian Inspiratif dengan tema manajemen kalbu dalam menghadapi tantangan dan ujian di era digital, bersama Bunda Dewi Yull di Masjid Wahyu Al-Hadi, Islamic Center Sampit.

Oktav menyampaikan, Pemkab Kotim sangat mengapresiasi PD Salimah Kotim dan Yayasan IKPAH Indonesia serta seluruh yang terlibat atas inisiatif menggelar kegiatan ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Menurutnya, di era digital yang serba cepat ini, keseimbangan hati dan pikiran menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif informasi maupun pergaulan yang semakin terbuka.

“Oleh karena itu, manajemen kalbu merupakan hal yang sangat penting agar kita tetap mampu bersikap bijak, sabar, dan teguh dalam menjaga nilai-nilai keimanan serta akhlak mulia,” tuturnya.

Baca juga: Program IJD berikan nuansa baru bagi infrastruktur Desa Tinduk

Kehadiran Bunda Dewi Yull sebagai narasumber inspiratif disambut hangat oleh masyarakat Kotim. Pasalnya, ini adalah kunjungan keduanya ke Bumi Habaring Hurung setelah sebelumnya sempat menjalani syuting film di Sampit sekitar 1988.

Salah seorang warga, Halimah mengaku takjub sekaligus terharu mendengar kisah inspiratif yang disampaikan Dewi Yull. Menurutnya, sosok tersebut layak menjadi teladan bagi para ibu agar lebih sabar dalam mendidik anak masing-masing.

“Yang luar biasa dari beliau itu adalah ketulusan dan kesabarannya yang begitu besar. Walau anak sedang nakal, beliau tetapi menyikapinya dengan penuh perhatian dan kasih sayang dan itulah yang menjadikan anak sukses kedepannya,” ujarnya.

Dewi Yull yang memiliki nama lengkap Raden Adjeng Dewi Pudjijati yang terkenal lewat karir seni peran dan tarik suara, belakangan menjelma menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang, khususnya para ibu.

Kisah hidup Dewi Yull adalah potret ketangguhan seorang ibu dalam menghadapi ujian hidup yang luar biasa. Meski dikenal sebagai artis besar, perjuangan sesungguhnya terjadi di balik layar, saat ia mendidik anak-anaknya dengan penuh cinta dan kesabaran.

Baca juga: DPRD Kotim dorong PBS bantu perbaiki jalan Tanjung Jariangau-Kuala Kuayan

Baca juga: Karhutla di Kotim hanguskan enam hektare lahan

Baca juga: BKSDA Sampit pasang perangkap incar beruang madu yang resahkan warga