Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah dorong peran aktif perusahaan besar swasta (PBS) dalam membantu memperbaiki kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Tanjung Jariangau dan Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu.

"Untuk penanganan jangka pendek, perbaikan dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Mentaya Hulu agar jalan tersebut tetap fungsional," kata Anggota DPRD Kotim Hendra Sia di Sampit, Jumat.

Ia menjelaskan, langkah kolaboratif ini dinilai sebagai solusi tercepat demi memulihkan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Mentaya Hulu.

Kesungguhan legislatif dibuktikan dengan peninjauan langsung ke lokasi oleh sejumlah anggota DPRD Dapil V, termasuk Hendra Sia, Muhammad Abadi, dan Andi Lala. Didampingi aparat kecamatan dan desa, mereka meninjau titik-titik kerusakan yang menghambat mobilitas warga.

Ruas jalan Tanjung Jariangau–Kuala Kuayan dinilai merupakan akses vital bagi penduduk pedalaman Mentaya Hulu, mulai dari urusan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. 

Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi jalan dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Kerusakan diperparah oleh faktor cuaca serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari. 

“Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.

Baca juga: Karhutla di Kotim hanguskan enam hektare lahan

DPRD menekankan bahwa sektor swasta, terutama perkebunan kelapa sawit, memiliki tanggung jawab moral karena turut menggunakan akses tersebut setiap hari. Aktivitas angkutan berat perusahaan dinilai turut mempercepat kerusakan jalan.

Oleh karena itu, partisipasi PBS dalam menyediakan alat berat dan material sangat dibutuhkan untuk perbaikan darurat.

“Perusahaan tidak bisa hanya menikmati akses jalan. Mereka harus ikut bertanggung jawab, setidaknya dalam penanganan darurat dengan dukungan alat berat dan material,” tegasnya.

DPRD Kotim memastikan akan mengawal tindak lanjut hasil kunjungan lapangan agar tidak berhenti sebatas wacana. Pemerintah daerah diminta segera memastikan koordinasi lintas sektor berjalan dan penanganan dilakukan secara berkelanjutan.

Pihak legislatif juga meminta pemerintah daerah menjadikan ruas jalan ini sebagai prioritas pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

Sementara itu Camat Mentaya Hulu, Edison mengonfirmasi bahwa kesepakatan penanganan oleh pihak swasta sudah mulai dipetakan untuk titik-titik yang paling krusial.

“Jalan yang rusak dari strat 1 Kuala Kuayan, Bawan, Tanjung Jariangau dan strat ke 2 simpang 3 Tanjung Jariangau dan Kuala Kuayan tugas PT Makin,” demikian Edison.

Baca juga: BKSDA Sampit pasang perangkap incar beruang madu yang resahkan warga

Baca juga: Wabup Kotim kawal aksi kemanusiaan untuk korban banjir Sumut

Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kesuksesan Sampit Expo 2026