Palangka Raya (ANTARA) - Pengusaha asal Selandia Baru, Rodney Taua beserta istrinya Hairunnisa, mengaku terpukau dengan pesona wisata Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang kaya akan keindahan alam dan budaya Dayak autentik.
Dalam kunjungannya di Palangka Raya, Selasa, Rodney yang menjalankan bisnis furniture melalui Exquisite Wood Limited di New Zealand menyatakan, Palangka Raya menawarkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
"Kota ini memiliki sungai Kahayan yang indah, hutan tropis yang masih asri, destinasi orang utan serta keramahan masyarakatnya yang luar biasa. Saya sangat merekomendasikan wisatawan dari Selandia Baru dan dunia untuk datang ke sini," ujar Rodney.
Ia juga menyoroti potensi wisata berbasis budaya dan alam, seperti melihat langsung proses kerajinan tangan rotan dan purun khas Kalteng yang menjadi daya tarik tersendiri.
Hanya saja, kata Rodney, masih ada kekurangannya dan perlu dibenahi secara serius oleh pemerintah kota setempat terkait destinasi wisata 'Kota Cantik' Palangka Raya.
"Saat saya bersama istri dan tim mengunjungi beberapa tempat wisata Kota Palangka Raya, seperti di kawasan wisata Sei Batu, Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu dimana pondoponya sudah usang dan tidak layak ditempati. Plafon pandopo terbuka, area dinilai kurang bersih dari sampah daun yang berserakan dan tidak tertata rapi hingga batang pohon besar menutupi jalan," kata pria murah senyum itu.
Selain itu, dilokasi berbeda tepatnya ke wisata susur sungai orang utan, Rodney mengungkapkan masih ada beberapa atau pembenahan saat menyusuri wisata orang utan.
"Pada kawasan dermaga susur sungai orang utan untuk menuruni anak tangga menuju transportasi sungai sangat curam. Saat berada di kelotok, tidak disediakan air, tisu, kipas tangan. Mengingat perjalan susur sungai orang utan memakan waktu 1 jam," katanya.
Rodney Taua beserta istrinya Hairunnisa saat foto bersama dikawasan wisata Desa Sei Gohong di Palangka Raya, Selasa (21/1/2026) . ANTARA/Ronny NT
Hal ini ia sampaikan atas arahan dan permintaan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin yang meminta pihaknya untuk melihat dan mengkoreksi apa-apa saja kekurangan dari destinasi wisata Kota Palangka Raya, saat beberapa waktu lalu kunjungannya ke orang nomor satu di Kota Palangka Raya.
Selanjutnya, Hairunnisa, yang juga pemilik Galeri Lifestyle Nusantara di Palangka Raya, menambahkan bahwa "Kota Cantik" ini layak dipromosikan lebih luas karena memiliki keunikan alam dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan lokal yang bisa menjadi oleh-oleh menarik bagi wisatawan mancanegara.
"Saya berharap peran pemerintah kota bisa lebih tegas lagi ke instansi terkait dalam melakukan aksi pembenahan dan pengawasan terhadap destinasi wisata Kota Palangka Raya. Yang mana tujuannya untuk menarik perhatian para turis mancanegara," katanya.
Kedatangan pasangan humoris ini diharapkan membawa angin segar untuk promosi wisata Palangka Raya ke pasar internasional, khususnya New Zealand, seiring upaya pengembangan UMKM dan pariwisata daerah.
Baca juga: Melestarikan warisan "Getah Nyatu" Kalteng meski bahan baku mulai langka
Baca juga: UMKM kerajinan rotan Palangka Raya siap bersaing di pasar internasional
Baca juga: UMKM Palangka Raya siap ekspor produk limbah kayu bernuansa Dayak
Baca juga: Sebanyak 17 UMKM Palangka Raya ekspor produk ke Selandia Baru
Baca juga: Produk lokal Kalteng mendunia hingga "Best of the Best" di pasar internasional