Palangka Raya (ANTARA) - Pengusaha asal Selandia Baru, Rodney Taua, bersama istrinya Hairunnisa menilai fasilitas pendukung pariwisata di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah masih perlu dibenahi secara serius oleh pemerintah setempat, agar bisa memenuhi kriteria standar internasional.
Hal ini berpotensi menghambat kunjungan wisatawan mancanegara, meskipun potensi alam dan budaya Dayak di daerah ini sangat menjanjikan.
Dalam kunjungannya baru-baru ini, Rodney yang menjalankan bisnis furniture di Selandia Baru menyatakan bahwa keindahan alam serta keautentikan budaya lokal Palangka Raya mampu memberikan pengalaman unik.
Namun, ia menekankan perlunya pembenahan serius pada infrastruktur pendukung seperti akomodasi, aksesibilitas, dan layanan wisata agar mampu bersaing di pasar global.
Hairunnisa, pemilik Galeri Lifestyle Nusantara di Palangka Raya, menambahkan bahwa "Kota Cantik" Palangka Raya ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan yang potensial menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.
"Solusi untuk mengatasi persoalan ini, saya menyarankan sejumlah langkah konkret yang bisa segera diimplementasikan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah," katanya.
Dengan potensi yang dimiliki, Palangka Raya berpeluang menjadi destinasi wisata berkelanjutan di Kalimantan jika fasilitas benar-benar dibenahi secara komprehensif dan berkelanjutan.
"Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga soal pengalaman yang memorable dan bertanggung jawab. Jika ini diperbaiki, saya yakin kunjungan wisatawan asing ke Palangka Raya bisa meningkat signifikan," pungkas Hairunnisa.
Keduanya berencana siap membantu mempromosikan destinasi wisata Kota Palangka Raya ke pasar internasional.