Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memasok 22.000 liter air ke Desa Bagendang Permai Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

"Hari ini kami telah meluncurkan lima unit water tanki dengan total kapasitas 22.000 liter untuk Desa Bagendang Permai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.

Berkurangnya intensitas dan curah hujan dalam dua pekan terakhir, menandai mulai masuknya musim kemarau. Selain kebakaran lahan yang mulai terjadi, kini masyarakat di sejumlah lokasi mulai dihadapkan pada sulitnya mendapatkan air bersih.

Saat ini kesulitan air bersih mulai dirasakan masyarakat di wilayah selatan, khususnya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan. Hal ini terjadi karena sumur kering dan air sungai mulai payau atau berasa asin akibat intrusi air laut yang masuk ke alur Sungai Mentaya. 

Sebenarnya pemerintah daerah sudah memperluas instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga ke Desa Parebok KecamatanTeluk Sampit. Namun tidak semua warga yang berlangganan air bersih dari perusahaan milik daerah tersebut, sehingga mereka kesulitan air bersih saat kemarau.

Baca juga: Disdik Kotim tegaskan pengangkatan guru tetap mengacu aturan

Multazam mengatakan, permintaan air bersih oleh masyarakat Bagendang Permai disampaikan secara resmi pada Rabu (28/1) melalui surat yang ditandatangani ketua RT, kepala desa dan camat setempat.

Dalam surat itu disampaikan bahwa masyarakat Desa Bagendang Permai dalam mencukupi kebutuhan air bersih di saat musim kemarau, terutama di Jalan Anang Asran RT 001/RW 001 yang tidak berlangganan PDAM, hanya menggunakan air huian dan air sungai.

Hal tersebut mendorong pemerintah desa beserta masyarakat untuk mengajukan permohonan air bersih yang akan gunakan untuk keperluan sehari-hari. Kebutuhan yang diperlukan kurang lebih lima tangki.

Multazam mengatakan, sampai saat ini yang mengajukan permintaan air bersih adalah Desa Bagendang Permai. Jika memang ada permintaan, BPBD akan siap menyalurkan pasokan air bersih.

"Hari ini terlihat ada awan hujan. Mudah-mudahan ada hujan, sehingga daerah selatan, mendapatkan air hujan sehingga bisa membantu pemenuhan air bersih," demikian Multazam. 

Baca juga: Kualitas udara di Kotim sulit dipantau akibat alat pengukur ISPU rusak

Baca juga: Relokasi dermaga penyeberangan Sampit-Seranau masih pembahasan

Baca juga: DPRD Kotim dorong pengusulan bantuan peningkatan revitalisasi sekolah