Sampit (ANTARA) - Angin kencang yang terjadi pada Rabu (4/2) sore di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuat dua pohon tumbang, satu atap rumah rusak, bahkan satu rumah roboh.

"Informasi dari BMKG, sempat ada data kecepatan angin Gusty (hembusan kuat) di angka 20 knots dengan rata-rata kecepatan angin 5-10 knots," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Rabu.

Peristiwa ini diawali hujan deras sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak berapa lama, angin kencang melanda Sampit dan sekitarnya.

Hasil respons cepat tim BPBD di lapangan, ada dua pohon tumbang yakni di Jalan Kenan Sandan dan MT Haryono. Tim gabungan dibantu masyarakat bergerak cepat mengevakuasi sehingga batang pohon yang menghalangi jalan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.

Kejadian lainnya yaitu rusaknya atap sebuah rumah di Komplek Graha Pramuka Jalan Pramuka Kelurahan Sawahan. Tim memastikan tidak ada korban jiwa karena rumah tersebut memang tidak ada penghuninya karena bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. 

Baca juga: Legislator Kotim soroti pemasangan pipa air berdampak pada kondisi jalan

Peristiwa lainnya yang cukup memprihatinkan adalah robohnya sebuah rumah semi permanen di Jalan Madiun Ngawi Kelurahan Sawahan. Rumah yang dihuni dua kepala keluarga yaitu Zainal dan Hamid beserta keluarganya itu ambruk nyaris rata dengan tanah setelah dihantam angin kencang.

Saat dihantam angin kencang, rumah berukuran 12x7 meter persegi itu terasa bergerak. Para penghuni rumah pun bergegas keluar rumah. Tidak berapa lama, rumah itu roboh dihantam angin.

Pihak keluarga merasa bersyukur karena nyawa mereka selamat, meski rumah mereka hancur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta akibat rumah dan peralatan di dalamnya hancur.

"Untuk sementara penghuni rumah mengungsi ke rumah saudaranya di Jalan Kapten Mulyono," ujar Multazam yang bersama timnya mendatangi lokasi menemui pihak keluarga.

BPBD Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat cuaca buruk. Dampak cuaca ekstrem  khususnya akibat angin kencang dan petir harus diwaspadai demi keselamatan.

Baca juga: Usulan peningkatan infrastruktur masih mendominasi Musrenbang Kecamatan Baamang

Baca juga: Penyegaran birokrasi RSUD dr Murjani Sampit upaya peningkatan mutu pelayanan

Baca juga: Pengurus dan anggota koperasi di Kotim diedukasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan