Sampit (ANTARA) - Pengurus dan anggota koperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diedukasi untuk memberi pemahaman tentang pentingnya dan manfaat jaminan Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kegiatan literasi ini memiliki arti yang sangat penting, khususnya bagi pengurus, pengawas dan Anggota Koperasi di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Johny Tangkere di Sampit, Rabu.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Literasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus, pengawas dan anggota koperasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai koperasi di daerah ini.
Johny mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu instrumen strategis negara dalam memberikan perlindungan sosial
bagi para pekerja, termasuk pekerja informal, pelaku usaha, tenaga kerja mandiri maupun praktisi koperasi.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap pengurus, pengawas dan anggota koperasi semakin memahami manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.
Perlindungan ini sangat penting untuk menciptakan rasa aman dan keberlanjutan usaha, sehingga praktisi koperasi dapat lebih fokus dalam mengembangkan usahanya tanpa khawatir terhadap risiko sosial ekonomi di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kesejahteraan koperasi.
"Salah satu upaya tersebut adalah dengan memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pengurus, pengawas dan anggota koperasi yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih," timpal Johny.
Baca juga: Perumdam Tirta Mentaya siapkan pasokan air bersih ke Sekolah Rakyat
Pemerintah daerah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik.
Dia berharap kegiatan literasi ini dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta mendorong partisipasi aktif para praktisi Koperasi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Mari kita bersama-sama membangun ekosistem usaha yang aman, sejahtera, dan berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Johny Tangkere.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sampit, Dwi Ari Wibowo menyampaikan terima kasih atas dukungan besar dari pemerintah daerah. Jaminan ketenagakerjaan sangat dibutuhkan untuk melindungi pekerja sehingga mereka bisa merasa aman dan nyaman saat bekerja.
"Kami terus mengimbau kepada perusahaan atau pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjannya sebagai peserta jaminan ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan," harap Dwi Ari Wibowo.
Menurutnya, masih banyak pekerja dan perusahaan yang belum memiliki pengetahuan tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Ada lima program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Selain menjadi hak pekerja, program BPJS Ketenagakerjaan ini juga akan sangat membantu perusahaan atau pemberi kerja dalam memberi jaminan kepada pekerjanya, termasuk kalau ada pekerja yang Kecelakaan kerja, meninggal dan kondisi lain yang masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan," demikian Dwi Ari Wibowo.
Baca juga: Pemkab Kotim berharap bisa sinergikan CSR di tengah efisiensi anggaran
Baca juga: KSOP Sampit awasi ketat kelaikan armada angkutan Lebaran 2026
Baca juga: BPKSDM Kotim belum terima arahan terkait penerimaan CASN