Sampit (ANTARA) - Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah memasang instalasi jaringan pipa distribusi guna menjamin ketersediaan air bersih di Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kompleks Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang.
“Pemasangan jaringan pipa distribusi utama ini merupakan langkah persiapan kami untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di masa mendatang,” kata Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi di Sampit, Rabu.
Ia menyampaikan, saat ini proyek pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih tengah dikerjakan, berlokasi di Jalan Walter Condrat, lalu tembus ke Jalan Hasan Mansyur hingga Pasar Al Kamal yang satu jalur dengan Jalan Wengga Metropolitan.
Proyek ini hasil koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) dan Dinas Sosial Kotim guna menyelaraskan pembangunan fisik sekolah rakyat dengan infrastruktur dasar.
Sementara itu, sekolah rakyat Kotim saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga sebelum sekolah tersebut beroperasi diharapkan semua infrastruktur dasar telah siap, khususnya air bersih yang merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain mendukung Sekolah Rakyat, pemasangan jaringan pipa distribusi tersebut juga bertujuan meningkatkan tekanan air di wilayah Jalan Setia Usaha dan sekitarnya,” imbuhnya.
Baca juga: Pemkab Kotim berharap bisa sinergikan CSR di tengah efisiensi anggaran
Edy melanjutkan, untuk sambungan jaringan utama menuju sekolah rakyat sudah diperhitungkan dan disiapkan oleh Dinas SDABMBKPRKP, sedangkan untuk pendanaannya diperkirakan bersumber dari pemerintah pusat.
Dalam hal ini, Perumdam Tirta Mentaya berkomitmen penuh mendukung ketersediaan air bersih bagi sekolah rakyat sebagai fasilitas pendidikan prioritas dari pemerintah pusat.
Pengerjaan fisik yang telah dimulai sejak akhir Januari ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu bulan, dengan jadwal keseluruhan proyek rampung pada Maret 2026 mendatang.
Pihak manajemen mengakui adanya tantangan di lapangan, terutama proses penggalian tanah yang sempat terkendala cuaca ekstrem dan kondisi banjir di beberapa titik lokasi kerja.
Terkait keluhan warga mengenai bekas galian di depan hunian, Perumdam memastikan akan melakukan pemulihan kondisi tanah dan pengerasan kembali setelah seluruh pipa tertanam sempurna.
“Gangguan distribusi air kepada warga akibat pengerjaan ini hanya bersifat insidentil dan sementara, kami upayakan normal kembali secepatnya,” demikian Edy.
Baca juga: KSOP Sampit awasi ketat kelaikan armada angkutan Lebaran 2026
Baca juga: BPKSDM Kotim belum terima arahan terkait penerimaan CASN
Baca juga: BNPB sebut IKD Kotim tertinggi di Kalteng