Sampit (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menegaskan hingga kini belum menerima arahan resmi dari pemerintah pusat mengenai penerimaan CPNS maupun PPPK tahun ini.

“Belum ada informasi untuk rekrutmen PPPK maupun CPNS. Sampai saat ini belum ada petunjuk dari pusat untuk pengusulannya,” kata Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makkalepu di Sampit, Selasa.

Awal 2026, topik mengenai penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), baik itu CPNS maupun PPPK cukup banyak dicari. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat menjadi abdi negara.

Sejumlah unggahan di media sosial memuat informasi mengenai jadwal penerimaan CASN 2026 yang mendapat antusias pengguna media sosial, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

Guna menghindari terjadinya kekeliruan informasi, Kamaruddin menegaskan pihaknya belum menerima instruksi resmi mengenai penerimaan CASN 2026, sehingga pemerintah daerah pun belum melakukan persiapan atau langkah strategis berkaitan hal tersebut.

“Sejauh ini memang belum ada informasi dari pusat. Biasanya, kalau ada penerimaan itu kami akan diinformasikan sebelumnya untuk pengusulan formasi dan sebagainya, sedangkan saat ini belum, jadi kita tunggu saja kebijakan dari pusat,” ujarnya.

Baca juga: Dinkes Kotim pastikan kesiapan medis hadapi ancaman Virus Nipah

Meski rekrutmen jalur umum masih belum jelas, Kamaruddin mengungkapkan ada pengangkatan ASN di Kotim melalui jalur sekolah kedinasan. Jalur ini merupakan skema khusus yang mekanismenya berbeda dengan seleksi umum.

Sebanyak empat lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) telah diangkat sebagai CPNS bulan lalu, kemudian yang sedang berproses saat ini ada tiga lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang siap memperkuat birokrasi di Kotim.

“Untuk lulusan STTD itu antara bulan ini atau bulan depan juga sedang proses pengangkatan menjadi CPNS. Sementara itu dulu, sedangkan untuk penerimaan jalur umum belum,” imbuhnya.

Baca juga: BNPB sebut IKD Kotim tertinggi di Kalteng

Baca juga: ASN Kotim diimbau beli beras Bulog untuk jaga stabilitas harga

Baca juga: Peningkatan kompetensi guru jadi perhatian Disdik Kotim