Sampit (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang baru dilantik, Yolanda Lonita Fenisia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, termasuk dengan terus memerhatikan peningkatan kompetensi guru.

“Program ke depannya kami bersama jajaran Disdik Kotim adalah untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan yang ada di Kotim, baik itu terkait pengembangan kompetensi guru, terkait siswa hingga sarana prasarana pendidikan menjadi prioritas kami,” kata Yolanda di Sampit, Senin.

Hal ini ia sampaikan usai acara serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan Disdik Kotim menindaklanjuti pelantikan yang telah dilaksanakan oleh Bupati Kotim Halikinnor pada Jumat (30/1) lalu.

Yolanda yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kotim berhasil mendapat promosi jabatan setelah lolos seleksi terbuka atau lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Selain Yolanda yang telah ditetapkan sebagai pejabat definitif Kepala Disdik Kotim, ada juga Abdul Hadi yang ditetapkan sebagai Kepala Seksi Ketenagaan Sekolah Dasar setempat.

Yolanda menyampaikan bahwa rotasi dan penetapan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan program serta menghadirkan gagasan baru demi mutu layanan pendidikan yang lebih baik.

“Sertijab ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi momentum untuk memperkuat kinerja dan menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fokus jangka panjangnya, yakni pengembangan kompetensi guru, pembinaan siswa, serta pemenuhan sarana dan prasarana.

Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kotawaringin Timur secara berkelanjutan.

“Lalu, dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan persiapan untuk Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), di mana kami akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, begitu pula dalam program dan kegiatan lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: DPRD Kotim usulkan skema konsorsium perbaiki jalan di Mirah

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak juga ke daerah saat ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi Disdik Kotim. Tak tanggung-tanggung, sekitar Rp18 miliar alokasi anggaran untuk dinas tersebut mengalami pemangkasan.

Kendati demikian, hal ini tak menyurutkan semangat untuk terus memajukan pendidikan Kotim. Justru kondisi ini menjadi semangat untuk berpikir lebih kreatif dan jeli melihat setiap peluang.

Salah satu upaya pihaknya adalah gencar mengusulkan program revitalisasi ke kementerian, sehingga untuk meningkatkan sarana prasarana pendidikan di Kotim tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.

“Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan, sehingga kita harus bisa mengelola program kegiatan itu agar tetap berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam dokumen perencanaan,” pungkasnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kotim, Muslih yang hadir mewakili pimpinan daerah, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Yolanda selama ini dan memberikan ucapan selamat kepada Abdul Hadi sebagai Kasi Ketenagaan SD.

Muslih berharap penetapan pejabat definitif ini dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, serta adaptif terhadap tantangan zaman yang kian dinamis di sektor pendidikan.

“Amanah ini mengandung tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kinerja organisasi dan memberikan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran di Dinas Pendidikan untuk menjaga soliditas serta memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru agar kualitas sumber daya manusia di Kotawaringin Timur terus mengalami peningkatan.

“Saya berharap serah terima jabatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” demikian Muslih.

Baca juga: Bupati Kotim sampaikan aspirasi GPPI terkait kemudahan regulasi

Baca juga: Resmi nakhodai Diskominfo Kotim, Cok Orda siapkan terobosan 100 hari

Baca juga: BKPSDM Kotim tegaskan ASN pelaku penganiayaan bakal kena sanksi disiplin