Palangka Raya (ANTARA) - Sejumlah Anggota Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi XII DPR RI, melakukan kunjungan kerja peninjauan ke PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, Kepulauan Riau.

"Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi langsung kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), khususnya produksi pipa baja berdiameter besar yang memenuhi standar internasional," kata Anggota Panja Komisi XII DPR RI, Sigit K Yunianto saat dihubungi di Palangka Raya, Jumat.

Baca juga: SKY: PDI Perjuangan harus solid hadapi tantangan pembangunan nasional

Kunjungan sejumlah anggota Panja tersebut didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Migas KESDM), Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (Kepala BPH Migas), serta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Kepala SKK Migas).

Dalam peninjauan itu, Sigit beserta rombongan berkesempatan melihat proses produksi pipa gas, mulai dari pemotongan material hingga pengelasan dan pengujian kualitas, yang menunjukkan penerapan teknologi modern serta komitmen terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Baca juga: Jelang Nataru, DPR ingatkan stok BBM di Kalteng jangan sampai kosong

Anggota Panja Komisi XII DPR RI, Sigit K Yunianto (dua kanan) saat melakukan kunjungan kerja peninjauan ke PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan bahwa, kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa industri penunjang migas nasional memiliki daya saing yang kompetitif, bahkan setara dengan standar global.

"Kami melihat langsung bagaimana PT DSAW mampu memproduksi pipa dengan spesifikasi tinggi yang dibutuhkan proyek-proyek strategis nasional. Ini harus terus didorong agar ketergantungan impor berkurang, sekaligus memperkuat perekonomian daerah dan nasional," ujar mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu.

Baca juga: Harmoni alam dan ruh leluhur di Pertapaan Tjilik Riwut

Baca juga: DPR RI soroti Desa Lawang Kamah Kapuas puluhan tahun tak teraliri listrik

Baca juga: Dorong pemerataan listrik, anggota DPR RI Sigit K Yunianto Sidak PLTU Kalteng

Sigit menekankan pentingnya sinergi antara DPR RI, pemerintah melalui KESDM, BPH Migas, dan SKK Migas dalam mengawal pemanfaatan barang dan jasa dalam negeri di sektor migas.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan berbagai isu terkait peningkatan TKDN, pengawasan ketat terhadap operasional industri, serta upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan industri migas.

Foto bersama Anggota Panja Komisi XII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja peninjauan ke PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

PT DSAW sebagai salah satu produsen pipa baja terkemuka di Indonesia telah berkontribusi signifikan dalam proyek-proyek infrastruktur migas nasional, dengan capaian TKDN yang mencapai angka tinggi sesuai kebijakan pemerintah.

Dengan adanya dukungan penuh dari legislatif dan eksekutif, diharapkan industri hulu migas dalam negeri semakin mandiri dan berdaya saing tinggi, demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. 

Baca juga: Sigit K. Yunianto janji tindak lanjuti keluhan warga Barsel soal listrik, gas, dan akses pasir

Baca juga: Sigit K Yunianto: Wujudkan Banggai Ammonia Plant sebagai pilar swasembada energi hijau

Baca juga: DPR RI: Skandal zirkon Rp1,3 triliun di Kalteng harus diusut tuntas hingga ke akar