Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara,Kalimantan Tengah, Shalahuddin tekankan pembangunan infrastruktur jalan Kota Muara Teweh menjaga kualitas dan kuantitas pekerjaan, tidak ada penyimpangan volume, serta memastikan pelaksanaan proyek ramah lingkungan dan transparan.

"Saya minta kepada seluruh instansi teknis dan pihak pelaksana konstruksi agar bekerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Shalahuddin pada peletakan batu pertama (groundbreaking) pelebaran jalan Kota Muara Teweh, Rabu. 

Peletakan batu pertama di awali dari kawasan Rumah Jabatan Bupati Barito Utara sebagai simbol dimulainya pembangunan dari pusat pemerintahan yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah. 

Menurut Shalahuddin, masyarakat Barito Utara menunggu hasil kerja nyata pemerintah. Karena itu, pelebaran jalan dalam kota dinilai mendesak berdasarkan perhitungan teknis dan data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang menunjukkan peningkatan volume kendaraan.

Semangat kolektif terus dibangun, kata dia, termasuk melalui gerakan dan yel-yel pembangunan guna memotivasi aparatur sipil negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam perencanaan hingga evaluasi program.

"Pelebaran tahap awal dilakukan pada Jalan Yetro Sinseng dan akan dilanjutkan pada sejumlah ruas lain seperti Jalan Tumenggung Surapati, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, Jalan Jenderal Sudirman, serta beberapa ruas strategis lainnya," kata Shalahuddin.

Bupati Barito Utara menegaskan pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. 

Jalan, menurut dia, bukan hanya sekadar penghubung antarwilayah, tetapi menjadi urat nadi perekonomian, jalur distribusi hasil perdagangan dan perkebunan, akses pendidikan dan kesehatan, serta pendorong pemerataan pembangunan.

“Pembangunan ini bukan hanya pekerjaan fisik semata, tetapi bentuk komitmen kita dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada penghujung 100 hari kerja, Bupati bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh perangkat daerah telah melakukan berbagai langkah percepatan pembangunan. 

"Semangat kolektif terus dibangun, termasuk melalui gerakan dan yel-yel pembangunan guna memotivasi aparatur sipil negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam perencanaan hingga evaluasi program," tegas Shalahuudin.

Bupati Barito Utara Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Waket II DPRD Henny Rosgiati Rusli dan Sekda Muhlis serta pejabat lainnya melakukan pencanangan pertama (groundbreaking) pelebaran jalan dalam yang dimulai di rumah jabatan bupati, Muara Teweh, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Sekretaris Daerah (Setda) Barito Utara Muhlis menjelaskan pelaksanaan pekerjaan pelebaran ruas jalan dalam Kota Muara Teweh yang digelar di halaman rumah jabatan bupati tersebut merupakan bagian dari program strategis 100 hari kerja serta program “Gaspol 11.12” Bupati dan Wakil Bupati di daerah ini.

Peletakan batu pertama ini adalah sebagai tanda resmi dimulainya pekerjaan fisik pelebaran ruas Jalan Yetro Sinseng. Sementara tujuannya antara lain meningkatkan kapasitas dan kualitas jalan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mempercepat mobilitas orang dan barang.

“Pelebaran ruas jalan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, meningkatkan aksesibilitas kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan jasa secara lebih efektif,” ujar Muhlis.

Baca juga: Apel gabungan, Bupati Barut soroti disiplin ASN dan rendahnya serapan anggaran

Dalam pelaksanaannya, sejumlah perangkat daerah memiliki peran penting sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Barito Utara bertindak sebagai leading sector yang bertanggung jawab atas perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, serta pengendalian mutu pekerjaan.

Sementara itu, Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Barito Utara mengelola aspek penganggaran, penatausahaan, serta pencatatan aset hasil pembangunan.

"Kami harapkan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai jadwal, kualitas pekerjaan terjaga sesuai spesifikasi teknis, tidak terjadi kecelakaan kerja, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Barito Utara,"ujar Muhlis.

Baca juga: Pemkab Barut terbitkan SE penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadhan

Baca juga: Bupati Barut harapkan 113 jamaah calon haji siapkan diri secara matang

Baca juga: Bupati Shalahuddin buka ruang masukan untuk finalisasi RKPD 2027