Sampit (ANTARA) - Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pemudik di Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.

Pemeriksaan kesehatan gratis itu bagian dari menjalankan tugas pokok untuk pencegahan penyebaran penyakit di pintu masuk wilayah, kata Kepala BKK Kelas II Sampit, dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati di Sampit, Minggu.

"Termasuk memastikan seluruh penumpang dalam kondisi fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan jauh pada arus mudik Lebaran 2026.

Adapun layanan kesehatan yang disediakan cukup komprehensif, meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, hingga cek kolesterol dan gula darah. Petugas juga memberikan layanan konsultasi dokter serta pemberian obat-obatan secara cuma-cuma jika ditemukan indikasi medis tertentu.

Pihak BKK menargetkan minimal 50 orang mendapatkan pemeriksaan gratis setiap harinya. Meski begitu, pihaknya tetap akan mengakomodir jika jumlah pemudik yang mendaftar melebihi target, dengan tetap menyesuaikan ketersediaan alat kesehatan dan petugas di lapangan.

"Kami memang menargetkan 50 orang saja per hari karena tenaga kami kan juga terbatas, tapi kalaupun ada yang mau periksa kesehatan masih tetap kami akomodir menyesuaikan dengan ketersediaan alat kesehatannya," beber Darmawati.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, rata-rata pemudik menunjukkan gejala tekanan darah yang cukup tinggi serta kadar kolesterol di atas normal. Namun, tim medis menyatakan seluruh penumpang yang telah diperiksa sejauh ini masih dalam kategori layak untuk bepergian.

Baca juga: Legislator Kotim imbau warga amankan barang berharga sebelum mudik

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, BKK menyiagakan sembilan tenaga kesehatan pada jam puncak keberangkatan. Petugas dibagi menjadi beberapa tim, termasuk tim pengawasan di pintu embarkasi dan tim yang bersiaga di posko kesehatan guna memastikan layanan tetap berjalan lancar.

"Kami juga menyiapkan armada ambulans yang siap siaga untuk evakuasi jika dibutuhkan. Selain penumpang, petugas di kapal maupun sekitar pelabuhan juga diperbolehkan melakukan pemeriksaan kesehatan ini," imbuhnya.

Selain layanan medis, Darmawati turut memberikan imbauan terkait kewaspadaan terhadap wabah virus Nipah dan Tuberkulosis (TBC). Pemudik diminta tetap menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan menjaga kebersihan tangan, terutama saat berada di tengah kerumunan yang berpotensi menularkan penyakit.

Langkah preventif ini dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. Sinergi ini bertujuan untuk mencegah masuknya penyakit menular ke wilayah Kotim sekaligus menjamin kelancaran arus mudik yang sehat dan aman.

"Kami tentunya tidak bisa hanya sendiri. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar pintu masuk wilayah kita tetap terjaga dari potensi penyebaran penyakit, sehingga mudik tahun ini tidak hanya lancar, tapi juga sehat bagi semua," demikian Darmawati.

Baca juga: Puncak arus mudik Pelabuhan Sampit, 2.683 orang berangkat ke Pulau Jawa

Baca juga: PWI Kotim maknai Ramadhan dengan berbagi ke panti asuhan dan pengendara

Baca juga: Tekan inflasi jelang Lebaran, Korem 102/Pjg dan Kodim 1015/Sampit gelar bazar murah