Sampit (ANTARA) - Insan Pers di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah bersama perusahaan perkebunan kelapa sawit Minamas Plantation, bersinergi meningkatkan peran dalam upaya bersama mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami menyambut baik sinergi ini untuk kita sama-sama mendukung pembangunan daerah melalui bidang masing-masing dengan saling mendukung. Kami berharap hubungan baik ini terus berlanjut," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur, Siti Fauziah di Sampit, Sabtu.

Hal itu disampaikannya saat halalbihalal Minamas Plantation dengan insan pers di Kotawaringin Timur. Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Fauziah mengapresiasi hubungan baik yang terjalin selama ini antara Minamas Plantation dengan insan pers. Selain membantu masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility), perkebunan kelapa sawit ini juga berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang digelar media massa di daerah ini.

Dalam hal pemberitaan, pihak perusahaan juga terbuka sehingga media massa dapat memberitakan secara berimbang. Ini patut menjadi contoh dalam hal sinergi yang saling mendukung.

"Kami media massa juga tentu tidak sembarangan dalam membuat berita karena media kami berbadan hukum yang jelas dan kami terikat berbagai aturan dalam pemberitaan. Sinergi ini tentu kami apresiasi dan mudah-mudahan terus kita tingkatkan," ujar Fauziah.

Sementara itu, manajemen Minamas Plantation melalui anak perusahaannya, PT Teguh Sempurna (TSA), PT Kridatama Lancar (KLR), dan PT Indotruba Tengah (ITH), menyampaikan, halalbihalal ini bertujuan untuk mempererat silaturahim serta memperkuat hubungan yang konstruktif dengan insan media nasional dan regional di Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan perusahaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen Minamas dalam membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan dengan insan pers.

“Bagi kami, rekan-rekan media memegang peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat, khususnya terkait dinamika dan tantangan industri kelapa sawit. Oleh karena itu, silaturahmi ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama,” ujar Regional CEO Minamas Plantation, Ondra Utama.

Manajemen perusahaan juga memaparkan gambaran umum operasional Minamas di Kalimantan Tengah, termasuk tantangan yang dihadapi serta berbagai upaya peningkatan kinerja perusahaan. Minamas menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan beretika, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Baca juga: Kejurcab Domino perdana di Kotim resmi bergulir

Ditegaskannya, sesuai peraturan perundangan yang berlaku bahwa Grup Minamas belum berkewajiban untuk membangun kebun Kemitraan (FPKMS), tetapi melaksanakan Kegiatan Usaha Produktif. Meski demikian, Minamas telah memfasilitasi pembangunan kebun kemitraan masyarakat di PT ITH seluas 293 hektare, PT TSA  210 hektare dan PT KLR sedang berproses 300 hektare.

Di samping itu perusahaan juga telah memfasilitasi kegiatan usaha produktif berupa produksi makanan ringan di Desa Amin Jaya, peternakan di Desa Pantap, budidaya ikan di Desa Sahabu, perkebunan buah melon di Desa Batu Manangis dan peternakan di Desa Sapiri sedang berproses. Selain kegiatan tersebut, sudah dilaksanakan KUP berupa transport CPO, TBS di tiga perusahaan. 

Minamas juga mempunyai tanggung jawab perawatan jalan dari desa 30 km Pantab menuju Km 115 Sampit-Pangkalan Bun dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar per tahun dan jalan Simpang Dinamika-Sebukat 13 km dengan nilai sekitar Rp500 juta. 

Kedua ruas jalan tersebut merupakan jalan umum atau jalan kabupaten. Perusahaan senantiasa akan berperan serta memperhatikan kegiatan yang sifatnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain melalui program kemitraan pekebun, PT TSA, PT KLR dan PT ITH  juga secara konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak perusahaan beroperasi.

Program tersebut mencakup dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan, pembangunan infrastruktur desa, penyediaan air bersih, pengembangan pertanian dan perikanan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru serta sarana dan prasarana sekolah

Selain itu, melakukan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama pemangku kepentingan dan masyarakat, serta berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Minamas Plantation menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

“Seluruh operasional perusahaan, termasuk di Kalimantan Tengah, telah mengantongi sertifikasi ISPO, RSPO dan HACCP. Minamas menempatkan kepentingan sosial, lingkungan, dan keberlanjutan sebagai prioritas utama. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR),” demikian Ondra.

Baca juga: KLH dukung kesiapan DLH Kotim terapkan KIE Nasional Pengelolaan Sampah

Baca juga: BKPSDM Kotim usulkan 365 formasi untuk perekrutan CASN 2026

Baca juga: Disdukcapil Kotim jemput bola perekaman KTP penyandang disabilitas dan ODGJ