Sampit (ANTARA) - Harapan masyarakat di pelosok Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, untuk memiliki akses transportasi yang lebih layak segera terwujud seiring dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Kami berharap kehadiran jembatan bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata dari komitmen TNI khususnya Kodam XXII/Tambun Bungai dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah,” kata Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin via daring, Senin.

Pembangunan Jembatan Garuda di Kotim ini dipusatkan di Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean. Pengerjaan konstruksi ini dilaksanakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1015/Sampit di bawah komando Kodam XXII/Tambun Bungai. 

Zainul Arifin memimpin pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung tersebut secara daring. Adapun, hadir di lokasi pada saat itu ada Danrem 102/Panju Panjung, Dandim 1015/Sampit, Staf Ahli Bupati Kotim, Wakil Ketua I DPRD Kotim dan lainnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda ini sebagai upaya nyata dalam meningkatkan konektivitas dan membuka akses transportasi bagi masyarakat di daerah pelosok yang selama ini sulit terjangkau.

Kegiatan pembangunan ini dilakukan secara serentak di 15 titik yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari program bakti TNI untuk negeri,” sebutnya.

Ia melanjutkan, filosofi nama Garuda sendiri mengandung semangat kepeloporan dan keberanian untuk membuka jalan bagi kemajuan masyarakat pedalaman. 

Dengan adanya jembatan ini, kendala geografis yang menghambat mobilitas warga diharapkan dapat segera teratasi dengan cepat.

Sektor ekonomi juga menjadi perhatian utama, di mana jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghidupkan potensi lokal. 

Baca juga: Pembahasan plasma sawit buntu, DPRD Kotim dorong konsultasi sampai ke pusat

Masyarakat akan lebih mudah memasarkan hasil bumi dan menggerakkan roda perekonomian mikro guna meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga secara signifikan. Inilah esensi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana TNI hadir memberikan solusi yang nyata atas kesulitan yang dihadapi masyarakat di sekelilingnya,” ucapnya.

Ia juga menekankan kepada seluruh personel Satgas dan pihak konstruksi untuk mengutamakan faktor keamanan dan kualitas. Pengerjaan harus sesuai standar teknis agar jembatan memiliki masa pakai yang panjang dan bermanfaat secara optimal.

“Mari kita laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dedikasi dan integritas yang tinggi, demi memberikan persembahan terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif TNI dalam membangun infrastruktur vital di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena jika sepenuhnya mengandalkan pemerintah daerah mungkin prosesnya panjang lama karena anggaran juga sangat terbatas,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kotim siap mendukung penuh, baik dari sisi koordinasi teknis melalui dinas terkait maupun kebutuhan data lainnya. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan pembangunan jembatan berjalan tanpa kendala hingga selesai nanti.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan menjadi kunci dalam membuka keterisolasian wilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

“Jembatan ini sangat penting, mengingat wilayah Kotim luas dan banyak dipisahkan oleh sungai. Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memudahkan akses masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Kotim tegaskan WFH bukan libur, kinerja ASN tetap dipantau

Sementara itu, Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada jajarannya untuk melaksanakan program strategis tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan kami Kodim 1015/Sampit untuk melaksanakan pembangunan Jembatan Garuda ini,” ucapnya.

Ia pun memaparkan, detail teknis pembangunan yang berlokasi di Sungai Tualan, Desa Barunang Miri. Jembatan ini akan membentang sepanjang 80 meter di atas sungai selebar 70 meter.

Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih 20 hari dengan melibatkan berbagai unsur teknis. Mulai dari personel Zidam XXII/Tambun Bungai, prajurit Yonif TP 831/Panunjung Tarung, hingga bantuan tukang dari Kodim 1015/Sampit sendiri.

Pihak Kodim juga menggandeng konsultan sipil untuk memastikan spesifikasi bangunan sesuai dengan modul dari Pusat Zeni TNI Angkatan Darat. Keterlibatan masyarakat Dusun Tandang dan Dusun Kota Baru juga menjadi kunci dalam percepatan pembangunan jembatan ini.

Manfaat pembangunan ini langsung dirasakan oleh warga setempat, salah satunya adalah Shidiq, warga Dusun Kota Baru yang masih satu desa dengan Dusun Tandang. 

Ia mengaku sangat bersyukur karena jembatan ini akan mengubah pola transportasi warga yang selama ini sangat bergantung pada sarana air.

“Jembatan ini tentu akan memudahkan akses kami, terutama akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, karena kami dari seberang ke sini sebelumnya itu masih ada pakai klotok atau lanting jadi sangat susah,” ujar Shidiq.

Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini akan membuat perjalanan menjadi lebih singkat dan aman, terutama bagi anak sekolah yang kini bisa menggunakan motor. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo dan seluruh instansi terkait.

Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan cuaca agar manfaatnya bisa segera dinikmati. Jembatan Garuda kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Barunang Miri untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera.

“Kami juga berterima kasih serta berdoa agar semua yang terlibat dalam pembangunan ini diberikan kesehatan dan keselamatan. Mudah-mudahan pembangunan lancar, sehingga kami dapat memiliki akses jalan yang lebih cepat dan aman,” demikian Shidiq.

Baca juga: DPRD Kotim dorong Inspektorat optimalkan pembinaan desa

Baca juga: Bupati Kotim lantik pejabat definitif untuk optimalkan kinerja

Baca juga: Domino naik kelas jadi cabor, Legislator Kotim dorong sosialisasi aturan baru