Sampit (ANTARA) - Permainan domino kini resmi naik kelas sebagai cabang olahraga (cabor) baru, untuk itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong sosialisasi masif terkait aturan baru dari domino sebagai ajang prestasi.
“Domino sudah naik level kelasnya menjadi salah satu cabang olahraga. Kami mendorong agar aturan-aturan baru ini dipelajari oleh masyarakat karena medianya kini berbeda dan ada regulasi tertentu,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah di Sampit, Sabtu.
Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan telah dilaksanakannya Kejuaraan Cabang (Kejurcab) perdana cabang olahraga domino oleh Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kotim, pada Jumat (3/4) malam.
Sebagai perwakilan dari Komisi III DPRD Kotim yang bermitra dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam bidang keolahragaan, Riskon sangat mengapresiasi terlaksananya kejurcab perdana ini.
Kegiatan ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru bagi pecinta domino di wilayah Bumi Habaring Hurung tersebut. Kehadiran Orado pun dinilai memberikan warna baru bagi dunia olahraga di Kotim.
“Tentunya kegiatan ini luar biasa. Ini kegiatan kedua setelah sebelumnya sudah diadakan mini eksibisi dan kali ini adalah kejuaraan formalnya di tingkat kabupaten yang digelar oleh Orado Kotim,” ujar Riskon yang menyempatkan diri turut dalam pertandingan malam itu.
Baca juga: Geger! IRT di Kotim ditemukan meninggal di kamar mandi
Ia mengamati antusiasme masyarakat Kotim sangat tinggi terhadap olahraga ini. Meski panitia hanya mampu mengakomodir 34 tim karena keterbatasan SDM kepanitiaan, namun peminat yang ingin mendaftar sebenarnya jauh melebihi kuota tersebut.
Menurut Riskon, agenda ini merupakan langkah awal yang krusial bagi Orado untuk mensosialisasikan status baru domino. Ia ingin masyarakat memahami bahwa domino bukan lagi sekadar permainan rakyat biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori prestasi.
“Ini salah satu agenda sosialisasi untuk masyarakat Kotim bahwa domino yang selama ini dikenal sebagai permainan di masyarakat dan hampir tidak ada yang tidak tahu domino, hari ini mereka betul-betul menikmati kegiatan ini,” ucapnya.
Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun menekankan pentingnya edukasi mengenai regulasi teknis. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara permainan domino tradisional dengan standar profesional yang berlaku.
“Ada aturan-aturan yang harus dipelajari masyarakat, di antaranya mengenai satu tim terdiri dari 3 orang. Selanjutnya kalau selama ini kita tahunya kartu, sekarang medianya diubah menjadi balok-balok kecil,” imbuh Riskon.
Melalui Kejurcab ini, Riskon berharap masyarakat luas dapat mulai beradaptasi dengan standar olahraga prestasi tersebut. Ia mendorong warga yang belum sempat berpartisipasi untuk mulai belajar dari para peserta yang sudah berkompetisi.
“Harapan saya dengan adanya kejurcab ini masyarakat yang lain, paling tidak yang belum bisa berpartisipasi, bisa belajar dari teman-teman yang sudah terjun terlebih dahulu,” demikian Riskon.
Baca juga: Insan pers dan Minamas bersinergi tingkatkan peran dukung pembangunan di Kotim
Baca juga: Kejurcab Domino perdana di Kotim resmi bergulir
Baca juga: BKPSDM Kotim usulkan 365 formasi untuk perekrutan CASN 2026