Kasongan (ANTARA) - Bupati Katingan, Kalimantan Tengah Saiful menekankan tentang integritas dan profesionalitas para aparatur desa dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan itu diungkapkan Saiful di Kasongan, kemarin terkait pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi di tingkat kecamatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Katingan Hulu.

“Ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab kita bersama. Walaupun kondisi fisik lelah, namun karena ini adalah amanah, kita tetap hadir untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada di desa masing-masing,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi berbagai pertanyaan dan masukan yang disampaikan dalam forum tersebut. Menurutnya, hal itu mencerminkan keseriusan aparatur desa dalam menjalankan tugas secara optimal.

Saiful kembali menekankan pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah desa. Dia mengingatkan agar kepercayaan masyarakat tidak disia-siakan.

“Jabatan ini adalah panggilan jiwa untuk mengabdi kepada masyarakat. Jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya, karena masyarakat menilai dan menjadikan kita sebagai contoh,” tegasnya.

Selain itu, dia menyoroti pengelolaan keuangan desa yang harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan keuangan dapat berimplikasi hukum.

“Penyelenggaraan keuangan desa harus benar-benar sesuai aturan. Saat ini pengawasan semakin ketat, sehingga kita dituntut untuk lebih hati-hati dan profesional,” jelasnya.

Baca juga: Waket DPRD Kalteng sebut warga Katingan minta perbaikan fasilitas ibadah

Dalam rapat tersebut, persoalan tapal batas desa juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan masalah tersebut secara bertahap melalui koordinasi lintas kecamatan dengan melibatkan pihak terkait.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, Bupati tetap mendorong agar peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan tetap dilaksanakan dengan berbagai strategi.

“Pelatihan sangat penting, terutama dalam pengelolaan keuangan dan administrasi desa. Kita akan cari cara agar kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan meskipun dengan keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saiful menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara kepala desa dan BPD. Ia berharap keduanya dapat bekerja secara sinergis demi kelancaran pemerintahan desa.

“Bangun komunikasi yang baik dan kerja sama yang harmonis. Jangan sampai ada konflik internal yang justru menghambat jalannya pemerintahan desa,” pesannya.

Di akhir arahannya, bupati kembali menegaskan bahwa aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat, bukan penguasa. Ia berharap seluruh peserta terus meningkatkan kapasitas dan menjaga marwah jabatan.

Baca juga: 914 paralegal Katingan siap jadi garda terdepan solusi masalah hukum

Baca juga: Pemkab Katingan dorong peningkatan layanan PDAM lewat penunjukan Plt Direktur

Baca juga: Wabup Katingan: Realisasi anggaran 2025 di atas 94 persen