Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah setempat, diwajibkan mengenakan busana adat dan batik khas daerah dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026.
Kebijakan menggunakan pakaian batik pada tanggal 21 April 2026 itu sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bartim Misnohartaku di Tamiang Layang, Senin.
"Termasuk juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia, khususnya budaya lokal Kalteng," ucapnya.
Adapun kewajiban menggunakan batik khas Kalteng maupun Bartim ini, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekda Bartim yang diterbitkan pada 16 April 2026. Dalam edaran tersebut dijelaskan, ASN perempuan, baik PNS maupun PPPK, diwajibkan mengenakan Kebaya Nasional atau Kebaya Kartini lengkap dengan aksesoris sumping. Sementara itu, ASN laki-laki diwajibkan memakai Batik Kalteng atau Batik khas Barito Timur, dipadukan dengan lawung sebagai pelengkap busana adat.
Tak hanya sekadar simbolik, penggunaan pakaian adat ini juga harus dikenakan selama jam kerja berlangsung di lingkungan kantor masing-masing.
Selain itu, bagi ASN perempuan yang mengenakan hijab, diimbau agar tetap menyesuaikan warna hijab dengan kebaya agar terlihat rapi dan serasi.
Misnohartaku mengingatkan edaran ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh jajaran, mulai dari staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, hingga camat dan lurah se-Kabupaten Barito Timur.
Dia mengatakan momentum Hari Kartini ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.
"Dengan semangat Kartini, ASN Bartim diharapkan tampil tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga bangga dengan budaya sendiri," demikian Misnohartaku.
(*Kontributor lpeas
Baca juga: Soroti kelangkaan solar, Pemkab Bartim pantau ketersediaan BBM
Baca juga: Hari Kesadaran Nasional perkuat transformasi kerja ASN di Bartim
Baca juga: Hindu di Bartim diajak jadikan Vasudhaiva Kutumbakam landasan hidup sehari-hari