Sampit (ANTARA) - Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengungkap tindak pidana ekonomi berupa penyelewengan pupuk bersubsidi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (6/4).
PT. Pupuk Indonesia Wilayah Penjualan Kalimantan Tengah melalui Account Executive (AE) Fatchur Rahman Halim dalam keterangan di Sampit, Senin, menyatakan pihaknya menyayangkan terjadinya penyelewengan atau penyalahgunaan tersebut.
"Kejadian ini sangat disayangkan sekali. Saat ini Pupuk Indonesia berkomitmen menyediakan pupuk subsidi kepada petani untuk menunjang swasembada pangan berkelanjutan," jelasnya.
Fatchur menekankan sesuai Permentan Nomor 06 Tahun 2026 untuk pupuk bersubsidi dapat ditebus petani yang terdaftar di sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) yang di dalamnya terbatas hanya untuk petani yang menanam 10 komoditas.
Adapun 10 komoditas tersebut di antaranya adalah padi, jagung, kedelai, ubi atau singkong, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu rakyat dan kakao.
Baca juga: Disnakertrans Kotim ajak perusahaan tingkatkan perlindungan pekerja
Selain itu juga untuk penebusan pupuk subsidi hanya dapat dilakukan pada Penerima Pada Titik Serah (PPTS) atau kios penyalur yang sudah bekerja sama dengan Pupuk Indonesia.
Pupuk Indonesia pun mengapresiasi Polres Kotawaringin Timur atas keberhasilan mengungkap penyalahgunaan pupuk subsidi tersebut oleh oknum kelompok tani.
"Kami berharap segala elemen pengawasan yang ada, dapat bekerja sama dalam memantau proses pendistribusian pupuk subsidi," jelasnya.
Pupuk Indonesia Wilayah Kalimantan Tengah telah dan akan terus melakukan sosialisasi langsung kepada beberapa kelompok tani khususnya di Kotawaringin Timur, agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, petugas berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti sebanyak 160 karung pupuk bersubsidi jenis UREA dan NPK yang dibawa dengan satu unit truk dari Desa Kuin Permai Kecamatan Teluk Sampit.
Baca juga: Hujan deras membuat 14 ruas jalan di Sampit terendam
Baca juga: Momen Hardiknas, DPRD Kotim soroti kualitas belanja pendidikan
Baca juga: Disdik Kotim komitmen wujudkan pendidikan berkualitas dan berkarakter