Sampit (ANTARA) - Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian cetak sawah melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026.
"Kotim ada dapat lagi untuk program CSR itu tepatnya 1.067 hektare. Kegiatan dilaksanakan tahun ini dan targetnya selesai di tahun ini juga," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Senin.
Ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani di Kotawaringin Timur. Melalui program CSR ini, seluruhnya difasilitasi oleh Kementerian Pertanian sehingga sangat membantu petani.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur sudah mengajukan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) penerima manfaat program CSR.
Kementerian Pertanian sudah melaksanakan penyusunan SID (Survei Investigasi Desain) yang dipercayakan kepada Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) sebagai penyusun SID.
Tim SID sudah datang ke Kotawaringin Timur dan turun ke lapangan. Diharapkan dengan kejelasan data ini sejak awal, maka tingkat keberhasilan CSR tahun ini bisa lebih baik.
Untuk 2026 ini, lokasi CSR di Kotawaringin Timur tersebar di empat desa yakni Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Desa Basawang dan Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, serta Bapinang Hilir Laut Kecamatan Pulau Hanaut.
Baca juga: DPRD Kotim soroti dugaan pungli berkedok komite sekolah
Yephi meminta dukungan semua pihak terkait, mulai dari petani, pemerintah desa dan kecamatan, penyuluh serta pihak lainnya agar program ini bisa terlaksana dengan baik dan berhasil sesuai harapan sehingga bisa mendukung peningkatan produksi, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
"Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai rencana. Dimulai tahun ini dan selesai tahun ini juga," demikian Yephi.
Sementara itu sebelumnya pada Kamis (9/4/2026) lalu, dilakukan penanaman padi serentak di lahan CSR di Kotawaringin Timur dengan target 284 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Gerakan menanam padi serentak di lahan CSR ini merupakan program nasional yang seremonialnya dipusatkan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk Kalimantan Tengah ditargetkan penanaman seluas 5000 hektare yang seremonialnya diwakili oleh Kotawaringin Timur.
Untuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, penanaman padi serentak ini dilaksanakan di lahan CSR Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang. Di lokasi yang dikelola Kelompok Tani Mandiri Makmur ini tersedia lahan seluas 35 hektare, termasuk 5 hektare di antaranya yang langsung ditanami saat itu.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menilai gerakan menanam padi serentak ini adalah langkah konkret dan tepat sasaran dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional di tengah perubahan iklim ekstrem dan krisis global.
Petani didukung untuk memanfaatkan waktu tanam yang tepat dan sumber daya secara efisien guna mengantisipasi dampak perubahan iklim, serta mempercepat indeks pertanaman.
Apa yang dilakukan ini memiliki diyakini akan membawa manfaat besar bagi Kotawaringin Timur. Gerakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian mendukung program peningkatan produksi padi nasional untuk mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat kompetensi digital ASN operator
Baca juga: Pupuk Indonesia Kalteng sayangkan terjadinya penyalahgunaan pupuk subsidi
Baca juga: Disnakertrans Kotim ajak perusahaan tingkatkan perlindungan pekerja