Sampit (ANTARA) - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor, mendorong agar Koperasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang selama beberapa waktu tidak aktif agar segera dihidupkan kembali sebagai upaya memperkuat kesejahteraan anggota.

“Bangkitkan lagi, diaktifkan kembali koperasi Korpri, karena anggota Korpri ini banyak. Kalau koperasi Korpri kita hidup, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” kata Halikinnor di Sampit, Kamis.

Ia menjelaskan, jumlah anggota Korpri yang cukup besar seharusnya menjadi kekuatan utama dalam membangun koperasi yang sehat, profesional dan mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat maupun ASN.

Ia menilai, keberadaan koperasi Korpri tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam semata, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi wadah usaha produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi seluruh anggota dan keluarganya.

Selain itu, koperasi dinilai memiliki peluang untuk terlibat dalam berbagai sektor usaha strategis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat maupun kebutuhan internal anggota Korpri sendiri.

Halikinnor mencontohkan, salah satu peluang yang dapat digarap adalah kerja sama distribusi kebutuhan pokok bersama perusahaan, seperti penyaluran minyak goreng yang selama ini banyak diminati pelaku usaha.

“Banyak pengusaha yang datang minta kuota minyak goreng ke perusahaan. Kenapa tidak Korpri yang menjalankan usaha itu, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan,” ujarnya.

Baca juga: Legislator Kotim ajak masyarakat gunakan penerbangan di Sampit

Menurutnya, jika koperasi Korpri dikelola secara serius dan profesional, maka potensi usaha yang bisa dijalankan tidak hanya terbatas pada distribusi bahan pokok, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai bidang usaha lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk mendukung rencana tersebut, Halikinnor meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera melakukan koordinasi dengan Dewan Pengurus Korpri agar proses pengaktifan kembali koperasi dapat segera direalisasikan melalui langkah-langkah yang terukur.

Ia berharap, pembahasan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan langsung diarahkan pada penyusunan program kerja dan pemetaan potensi usaha yang bisa dijalankan dalam waktu dekat.

Pemkab Kotim juga berharap koperasi Korpri nantinya mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat peran Korpri dalam mendukung kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

“Banyak usaha yang bisa dijalankan, bahkan untuk kebutuhan Korpri sendiri, belum lagi untuk masyarakat luas,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Luapan Sungai Tualan sebabkan banjir dan longsor di wilayah utara Kotim

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akses rujukan Puskesmas Mentaya Seberang

Baca juga: Disdik Kotim siap sukseskan program wajib belajar 13 tahun