Palangka Raya (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan keandalan distribusi energi melalui penyaluran bahan bakar minyak (BBM) hingga 5.000 KL untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan sekitarnya.

“Kami terus memastikan proses distribusi energi berjalan aman, lancar dan tepat waktu," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun di Palangka Raya, Jumat.

Adapun suplai yang didistribusikan meliputi Pertalite sebanyak 1.000 KL, Pertamax 2.000 KL serta Biosolar 2.000 KL guna mendukung kebutuhan energi masyarakat di wilayah setempat.

Suplai BBM ini dilakukan dengan distribusi kapal tanker oil barge (OB) Desa Kapur sandar di Jetty Fuel Terminal (FT) Pulang Pisau pada Rabu (14/5) dengan membawa pasokan BBM dari FT Kota Baru Kalimantan Selatan.

"Kedatangan suplai melalui kapal OB Desa Kapur ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menjaga keandalan stok BBM serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Baca juga: Jaga stabilitas suplai BBM, Gubernur Kalteng minta penambahan Fuel Terminal Pertamina

Edi menekankan kelancaran distribusi energi menjadi prioritas agar masyarakat dapat tetap memperoleh layanan energi secara optimal, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga serta terpenuhi dengan baik.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus melakukan koordinasi operasional dan penguatan infrastruktur distribusi, bertujuan memastikan penyaluran di seluruh wilayah berjalan optimal serta berkelanjutan.

Dia pun mengingatkan apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait layanan dan distribusi energi, maka bisa menghubungi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, maupun media sosial resmi @pertamina135 untuk segera ditindaklanjuti.

Baca juga: Pertamina tegaskan stok BBM Kalteng aman, Pertamax capai 1,172 juta liter

Baca juga: Tanggulangi antrean BBM; Tambah kuota hingga perpanjang jam operasional SPBU

Baca juga: Gubernur Kalteng minta bupati dan wali kota cermat dalam membuat surat edaran