Logo Header Antaranews Kalteng

Tari Manalampas Dahiang Awali Pembukaan Mahapas Lewu

Senin, 31 Desember 2012 01:59 WIB
Image Print
Tari Manalampas Dahiang (Foto beritadaerah.com) (istimewa)
Mamapas Lewu mengandung arti membersihkan wilayah dari pengaruh atau perbuatan jahat yang dilakukan manusian maupun roh jahat terhadap kehidupan manusia.

Palangka Raya, 30/12 (ANTARA) - Tari Manalampas Dahiang Baya mengawali pembukaan ritual adat Kalimantan Tengah, Mamapas Lewu Maarak Sahur Pakus Mangantung Sahur Lewu, di Palangka Raya, Minggu.

Kepala Dinas Pariwisata Palangka Raya, Tarcy Andien mengatakan, tarian tersebut merefleksikan kebersamaaan "Penyang Hinje Simpei, Paturung Humba Tamburak" masyarakat Dayak dalam menghadapi berbagai rintangan atau hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan.

"Oleh masyarakat Suku Dayak rintangan atau hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan sering ditandai dengan dahiang atau pertanda dengan bentuk atau simbol yang bermacam-macam," kata Tracy di Palangka Raya, Minggu.

Dalam tarian ini digambarkan pelaksanaan upacara Manalampas Dahiang Baya, dilakukan kaum perempuan Dayak dengan gagah perkasa menggunakan Mandau Talawang menghadapi segala rintangan atua hal-hal yang tidak baik dalam kehidupannya.

Pada awalnya basir atau pelaksana upacara dalam kehidupan Suku Dayak merupakan kaum perempuan yang sering disebut Sampangan Bawin Balian.

Dikatakan Tracy, kegiatan Mamaapas Lewu bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai religius pada masyarakat Kalteng agar tidak punah dan tidak tergerus perkembangan zaman serta kemajuan teknologi informasi.

Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia mengatakan, Mamapas Lewu mengandung arti membersihkan wilayah dari pengaruh atau perbuatan jahat yang dilakukan manusian maupun roh jahat terhadap kehidupan manusia.

Maarak Sahur sebagai ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa sedangkan Mangantung Sahur Lewu merupakan wujud permohonan kepada Tuhan, agar Kota Palangka Raya selalu dilindungi dari hal-hal yang tidak baik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin menjelang akhir tahun, yang merupakan agenda tahunan Pemkot bersama masyarakat Palangka Raya.

"Kegiatan ini juga merupakan ajang daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Kota Cantik Palangka Raya," tuturnya.

(T.KR-TVA/C/H-KWR/H-KWR)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026