Logo Header Antaranews Kalteng

Harga Bawang Merah Dan Putih Sampit Turun

Senin, 25 Maret 2013 14:52 WIB
Image Print
ilustarsi (istimewa)
Hanya cabai sayur yang mengalami kenaikan cukup lumayan, yakni sebesar Rp40.000/kg atau dari Rp50.000/kg menjadi Rp90.000/kg,"

Sampit, Kalteng, 25/3 (Antara) - Harga bawang merah dan putih di pasar tradisional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah turun sebesar Rp12.000/kg.

"Untuk bawang merah dari Rp45.000/kg turun menjadi Rp33.000/kg, sedangkan bawang putih dari Rp50.000/kg turun menjadi Rp38.000/kg," seorang pedagang pasar tradisional Keramat, Sampit Kabupaten Kotim, Ijum di Sampit, Senin.

Turunnya harga bawang merah dan putih tersebut karena pasokan dari pulau Jawa dan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ke pasar Kabupaten Kotim telah normal kembali.

Harga bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Kotim diprediksi masih akan mengalami penurunan lagi hingga mencapai angka terendah yakniRp20.000 hingga Rp35.000/kg, sebab pasokan dari luar daerah sekarang terus berdatangan.

Melonjaknya harga bawang merah dan putih di Kabupaten Kotim hingga mencapai angka Rp45.000 - Rp50.000/kg diduga kuat akibat adanya penimbunan yang dilakukan pihak agen besar. Hal itu sengaja mereka lakukan karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar.

Selain harga bawang merah dan putih, sekarang untuk harga daging ayam potong juga mengalami penurunan sebesar Rp1.000/kg atau dari Rp26.000 menjadi Rp24.000/kg.

Menurut Ijum, turunnya harga daging ayam potong juga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan ternak dari luar daerah seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan pada waktu yang bersamaan peternak lokal mulai panen.

Sedangkan untuk sayuran pada umumnya tidak mengalami kenaikan, seperti tomat sampai sekarang harganya masih bertahan, yakni sebesar Rp18.000/kg.

"Hanya cabai sayur yang mengalami kenaikan cukup lumayan, yakni sebesar Rp40.000/kg atau dari Rp50.000/kg menjadi Rp90.000/kg," katanya.

Kenaikan harga cabai di Sampit sudah berlangsung dua hari terakhir dan hal itu terjadi akibat berkurangnya pasokan dari pulau Jawa.

Harga cabai diperkirakan akan terus naik, jika pasokan tidak segera datang, sementara cabai petani lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Hasil panen cabai petani lokal sekarang berkurang, hal itu terjadi karena di beberapa wilayah Kabupaten Kotim petani gagal panen akibat tingginya curah hujan.

Curah hujan yang tinggi sangat mempengaruhi hasil panen petani, buah cabai akan membusuk jika sering terkena air hujan.

Pedagang tidak memiliki pilihan lain selain harus menaikkan harga jual cabai karena stok saat ini sangat terbatas dan susah didapat.

Para pedagang tetap berharap pasokan dapat kembali lancar, sehingga harga bisa normal kembali, sebab dengan terbatasnya pasokan dan harga tinggi membuat keuntungan pedagang menurun karena daya beli masyarakat juga menjadi berkurang.

(T.KR-UTG/B/N005/N005)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026