Logo Header Antaranews Kalteng

Harga TBS Sawit Barito Naik

Senin, 1 April 2013 10:13 WIB
Image Print
Ilustrasi,(www.antaranews.com) (istimewa)
Naiknya harga TBS itu membuat petani kelapa sawit kembali bergairah...

Muara Teweh, 1/4 (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit PT Antang Ganda Utama PIR Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara untuk April 2013 naik dari Rp1.069 per kilogram (Kg) menjadi Rp1.227/Kg.

"Naiknya harga TBS itu membuat petani kelapa sawit kembali bergairah karena dalam dua bulan terakhir terus membaik," kata seorang petani kelapa sawit, Taufik, di Muara Teweh, Senin.

Kebun kelapa sawit PT AGU itu diusahakan oleh petani plasma di lokasi satuan permukiman (SP) 1, SP 2, SP 3, dan SP 4 dengan luas 4.254 hektare, Kebun itu dikerjakan sekitar 1.800 kepala keluarga (KK), sedangkan luas kebun inti 16.297 hektare dengan produksi TBS 15.000 ton per bulan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Iwan Rusdani mengakui harga TBS pada April 2013 kembali membaik yang merupakan ketetapan periode 1-30 April 2013 yakni Rp1.227 per kilogram atau naik Rp158 dari Maret 2013 sekitar Rp1.069 per kg.

Ketetapan harga TBS itu merupakan hasil rapat pihak perusahaan dan anggota koperasi dan petani plasma yang difasilitasi pemerintah daerah.

Indeks pada April 2013 yang merupakan pembagian hasil penjualan TBS setiap kilogram, yang diterima perusahaan untuk biaya pengolahan dan pemasaran CPO (minyak sawit mentah) serta biaya penyusutan pabrik ditetapkan 80,48 persen sama dengan periode sebelumnya.

Harga jual inti sawit (PKO) mengalami kenaikan sebelumnya Rp2.045, kini Rp2.734/kg, sedangkan harga penjualan minyak sawit mentah di pasar dalam negeri juga naik dari Rp5.829 menjadi Rp6.579/kg.

"Jadi naiknya harga TBS itu juga dipengaruhi membaiknya harga inti sawit dan CPO dalam negeri," katanya.

PT AGU merupakan perusahaan kelapa sawit tertua di Kalteng yang tergabung dalam Grup Matahari Kahuripan Indonesia (Makin). PT AGU merupakan anak perusahaan rokok Gudang Garam Kediri, Jawa Timur.

Perusahaan itu memiliki areal seluas 18.087 hektare dengan produksi CPO sekitar 3.200 ton per bulan.


(T.K009/B/B008/B008)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026