
Seorang Pekerja Tewas Terkurung Saat Kapal Tenggelam

Sampit, Kalteng, 15/5 (Antara) - Seorang pekerja bernama Sabdan (57), warga Desa Kamapit Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah tewas terkurung dalam kapal yang tenggelam di Sungai Mentaya, Rabu pagi.
"Saya juga dikabari saat lagi bekerja. Saya langsung ke lokasi. Bapak tertidur di dalam saat kapal karam. Subuh tadi hujan deras, bapak turut menjaga kapal takut karam, ternyata mungkin tertidur," kata Adi, putra almarhum di Sampit.
Menurut keterangan, pekerja di salah satu perusahaan perkebunan itu sengaja turun ke kapal besar yang dipercayakan mengoperasikannya sekitar pukul 03.00 WIB. Dia memeriksa kapal karena sebelumnya hujan deras sehingga khawatir kapal masuk air.
Kakek yang akrab disapa Abdan itu diduga kecapean dan terlelap tidur sehingga tidak mengetahui kapal akan karam. Akibatnya, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama kapalnya ke dasar sungai.
Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 06.00 pagi setelah istri Abdan hendak memeriksa ke lokasi kapal yang dijaga suaminya. Dia kaget karena tidak melihat kapal yang sebelumnya ditambat di pelabuhan kecil dekat tempat dia menginap.
Perempuan yang akrab dipasa Bule itu berusaha mencari ke ujung desa, namun tidak juga melihat kapal tersebut. Bule kemudian kembali ke pelabuhan kecil dan menemukan tali kapal terlihat kencang ke arah dalam sungai.
Dia baru sadar kalau kapal itu tenggelam. Seketika dia berlari minta bantuan masyarakat, namun karena bobotnya yang besar warga kesulitan mengangkat kapal, termasuk mencari korban karena Sungai Mentaya saat itu sedang pasang.
Jenazah Abdan baru ditemukan sekitar pukul 11.06 WIB setelah seorang penyelam tradisional didatangkan dari Desa Luwuk Bunter yang kemudian dievakuasi bersama anggota kepolisian untuk dibawa ke rumah duka di Sampit.
"Ini merupakan musibah dan kami dari pihak keluarga ikhlas menerimanya. Perusahaan juga bertanggung jawab dan sangat membantu," kata Adi.
(T.KR-NJI/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
