
Satpol PP siap terjunkan personel di posko terpadu cegah peredaran narkoba

Palangka Raya (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kesiapan penuh untuk memperkuat pencegahan peredaran narkoba dengan menerjunkan personel di posko terpadu di Kawasan Puntun, kota setempat.
"Ini sebagai bentuk peran dan kehadiran langsung pemerintah dalam upaya memberantas peredaran narkoba di wilayah Kota Palangka Raya," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Berlianto di Palangka Raya, Kamis.
Posko terpadu itu diinisiasi oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN). Dia menyebut posko itu sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di tengah masyarakat.
Berlianto menyatakan bahwa kehadiran anggotanya di lapangan diharapkan dapat mempertebal pengamanan serta memaksimalkan pengawasan di titik-titik rawan.
“Kami dari Satpol PP siap menerjunkan personel untuk membackup dan bergabung dalam tugas-tugas operasional di Posko Terpadu GDAN,” katanya Berlianto.
Ia menambahkan, penempatan personel ini akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan, baik untuk patroli rutin maupun penjagaan stasioner di posko.
Baca juga: Dinas Pendidikan Palangka Raya berlakukan empat jalur SPMB
Sinergi antara Satpol PP, ormas, dan aparat penegak hukum lainnya menjadi kunci utama keberhasilan menjaga ketertiban umum di kawasan Puntun. Dengan adanya tambahan kekuatan dari personel Satpol PP Palangka Raya, operasional Posko Terpadu GDAN diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengapresiasi pembangunan Posko Terpadu GDAN yang berlokasi di kawasan Puntun, Kecamatan Pahandut.
Dia mengatakan, pemilihan lokasi pembangunan posko di kawasan Puntun merupakan keputusan yang berani, cerdas, dan strategis. Langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata GDAN dalam menghadapi persoalan narkoba secara langsung di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, selama ini kawasan Puntun kerap menjadi sorotan berbagai pihak. Namun melalui pembangunan Posko Terpadu GDAN ini, diharapkan muncul semangat baru untuk mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang lebih aman, produktif, dan bebas dari narkoba.
Zaini menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mendukung penuh keberadaan Posko Terpadu GDAN sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
Dia juga berharap pembangunan Posko Terpadu GDAN dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga segera dapat difungsikan sebagai pusat edukasi, koordinasi, dan perlindungan masyarakat dalam memerangi narkoba.
Baca juga: 24 Tahun menanti, Warga Tinggiran Baru rasakan kebersamaan PLN saat Idul Adha
Baca juga: DJKI selesaikan 104 sengketa kekayaan intelektual lewat mediasi
Baca juga: DPRD dorong Pemkot Palangka Raya siapkan solusi atasi kekurangan guru
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
