
Pemkab Kotawaringin Timur Diminta Antisipasi Perubahan Musim

Saat ini musim makin tidak menentu. Ini harus menjadi perhatian serius untuk diantisipasi kemungkinan munculnya berbagai ancaman bencana,"
Sampit, 26/10 (Antara) - Perubahan musim yang makin tidak menentu harus diantisipasi jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah karena rawan munculnya berbagai bencana alam yang di luar perkiraan.
"Saat ini musim makin tidak menentu. Ini harus menjadi perhatian serius untuk diantisipasi kemungkinan munculnya berbagai ancaman bencana," kata Sekretaris Fraksi Golkar, Abdul Kadir di Sampit, Sabtu.
Kekhawatiran para wakil rakyat tersebut tidak berlebihan karena juga dirasakan masyarakat. Pasalnya, saat ini perubahan musim seakan tidak lagi sesuai dengan kondisi normal tiap tahunnya.
Seperti saat ini, biasanya musim hujan sudah terjadi sejak September lalu, namun kenyataannya hingga saat ini curah hujan masih sangat rendah, bahkan bisa dikategorikan masuk musim kemarau.
Perubahan musim yang sering diluar perkiraan inilah menjadi kekhawatiran karena rawan terjadi berbagai bencana jika pemerintah daerah kurang cermat dalam mengantisipasi.
Seperti diketahui, dua bencana yang sering menghantui masyarakat Kotim tiap terjadi perubahan musim. Saat musim hujan, ancaman bencana yang sering terjadi adalah banjir, sedangkan saat kemarau seperti sekarang masyarakat dipusingkan oleh ancaman kebakaran lahan dan kabut asap.
"Selain ancaman berbagai bencana alam, pemerintah daerah juga diingatkan untuk mewaspadai munculnya berbagai wabah penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat," pungkas Kadir.
Sekretaris Daerah Kotim, Putu Sudarsana berulang kali menyatakan, pemerintah daerah telah memiliki peta rawan bencana yang dijadikan acuan dalam rangka antisipasi hingga penanggulangan bencana.
Meski begitu, dia tetap mengingatkan seluruh jajarannya untuk waspada tiap terjadi perubahan musim. Koordinasi yang efektif antarinstansi sangat dibutuhkan supaya upaya pencegahan dan penanggulangan bencana bisa berjalan dengan baik.
(T.KR-NJI/B/M019/M019)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
