
Caleg Perempuan Belum Lantang Suarakan Isu Perempuan

Palangka Raya (Antara Kalteng) Jumlah calon legislative dari kalangan perempuan di Kalimantan Tengah pada pemilu tahun 2014 diatas 35 persen, namun sangat disayangkan isu ataupun nasib perempuan masih kurang lantang disuarakan.
Sekarang ini kondisinya justru caleg laki-laki lebih banyak menyuarakan isu maupun permasalahan yang dihadapi perempuan, kata Pengamat Politik Kalteng Sidik R Usop di Palangka Raya, Kamis.
Caleg perempuan bukan sekedar memenuhi kesetaraan gender maupun kuota atau jumlahnya di undang-undang, tapi bagaimana agar isu perempuan semakin lantang disuarakan, tambah Sidik.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Palangka Raya itu mengakui, sekarang ini keberadaan kaum perempuan sebagai calon ataupun wakil rakyat baru sekedar pemenuhan kuota dan hasil dari perjuangan panjang.
Namun, lanjut dia, itu bukan menjadi alasan bagi kaum perempuan maupun partai politik selaku pengusung untuk tidak melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitasnya dalam berpolitik.
Dari segi pendidikan sudah banyak kaum perempuan lulusan ilmu politik, sehingga sekarang ini bagaimana berdinamika dan menerapkan di lapangan, kata Sidik.
Pengamat Politik Kalteng itu berharap agar caleg dari kaum Perempuan memiliki perbedaan isu dengan caleg laki-laki, lebih memperjuangkan nasib perempuan dan memberikan kesejukan serta kepercayaan masyarakat terhadap perempuan.
Dia mengatakan partai politik haruas memberikan perhatian dan bukan sekedar menganggap caleg perempuan sebagai pelengkap. Sebab, pemahaman terhadap perempuan sebagai kaum lemah sudah terbantahkan.
Hampir semua profesi atau pekerjaan ada kaum perempuan, bahkan di dunia pendidikan laki-laki justru lebih sedikit sedikit perempuan. Tapi tetap, perempuan yang mencalonkan sebagai wakil rakyat jangan lupa memperjuangkan nasib perempuan, demikian Sidik.
(T.KR-JWM/B/M009/M009)
Pewarta :
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
