Logo Header Antaranews Kalteng

Pencairan Bantuan PSKS Kotawaringin Timur Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2015 20:22 WIB
Image Print
Ilustrasi, Warga mengambil bantuan dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi Rp400 ribu di Kantor Pos Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/11). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
...Di sini berjalan lancar, tidak sampai ricuh seperti di beberapa wilayah di tanah air," k

Sampit (Antara Kalteng) - Hari ketiga pencairan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih terkendali meski dipadati antrean ratusan warga.

"Antreannya banyak sekali jadi harus menunggu lumayan lama. Syukurnya, di sini berjalan lancar, tidak sampai ricuh seperti di beberapa wilayah di tanah air," kata Sumi, salah seorang penerima bantuan PSKS di Sampit, Jumat.

Pantauan di Kantor Pos Sampit, ratusan calon penerima bantuan PSKS antre dan silih berganti mencairkan bantuan. Sebagian ada yang duduk di tenda yang sudah disiapkan di halaman Kantor Pos, ada pula yang duduk di parkiran setempat.

Hingga Jumat sore menjelang Kantor Pos tutup, masih banyak terlihat warga yang menunggu antrean. Saking banyaknya warga yang menunggu, sebagian dari mereka terlihat menunggu dengan duduk-duduk di atas sepeda motor mereka di luar halaman Kantor Pos Sampit.

Ketua Penyaluran PSKS Kantor Pos Sampit, Febrianor, menyebutkan, jumlah penerima bantuan PSKS di Kotim periode Januari-Maret 2015 ini sebayak 23.473 rumah tangga sasaran.

Dia mengatakan, penyaluran bantuan PSKS periode ini dilaksanakan pada 15 April hingga 15 Mei 2015. Penyaluran dalam kota Sampit dijadwalkan dilayani selama empat hari, namun di luar jadwal itu tetap dilayani.

Jadwal yang disusun tersebut dimaksudkan untuk memudahkan para penerima supaya tidak terjadi antrean panjang dan penumpukan penerima bantuan senilai Rp200 ribu per bulan tersebut.

Bantuan ini sebenarnya disiapkan sebagai tabungan bagi warga penerima bantuan. Namun fenomena di lapangan, penerima bantuan umumnya mengambil habis bantuan tersebut.

(T.KR-NJI/B/S019/S019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026