Logo Header Antaranews Kalteng

Dinas Pendidikan Barut Gelar Bimtek Integrasi TIK

Rabu, 10 Juni 2015 10:20 WIB
Image Print
...Tenaga pengajar (guru) bukan lagi satu-satunya sumber dalam proses pembelajaran,"

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menggelar kegiatan bimbingan teknis integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran bagi guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK se kabupaten setempat.

"Globalisasi yang ditandai kemajuan-kemajuan penting dalam TIK telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan dan inovasi dalam pembelajaran. Tenaga pengajar (guru) bukan lagi satu-satunya sumber dalam proses pembelajaran," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Andul Hakim di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Hakim, dengan perkembangan TIK khususnya internet dan inovasi turunannya telah mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pendidikan dan mampu mengatasi berbagai masalah pendidikan.

Perkembangan dan ketergantungan pendidikan kepada TIK itu patut mendapat perhatian serius. Diperlukan pemahaman lebih jauh mengenai fungsi, pemanfaatan dan dampak beragamnya sektor TIK agar pendayagunaannya dapat lebih optimal dimasa yang akan datang.

"Untuk mendukung optimalisasi potensi TIK untuk pendidikan, berbagai program dan kebijakan pemerintah telah dilakukan dengan tujuan ketersedian, keterjangkauan layanan (akses) dan kualitas pendidikan serta daya saing," katanya.

Hakim mengatakan pelatihan-pelatihan pengembangan TIK untuk pendidikan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik maupun profesional sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas Nomor 6 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.

Peran penting integrasi TIK dalam proses pembelajaran adalah untuk membangun wawasan, pengetahuan dan keterampilan masyarakat abad 21 yaitu mengenal dan menguasai TIK dan media, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi efektif dan bekerjasama secara kolaborasi.

"Pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran harus memungkinkan pendidik dan tenaga kependidikan menjadi partisan aktif, menghasilkan dab berbagi pengetahuan dan keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin serta belajar secara individu sebagaimana lahnya kolaborasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya,"kata Hakim.

Dia mengatakan program ini sangat penting dilaksanakan mengingat perkembangan TIK yang begitu cepat sehingga harus diimbangi dengan pengembangan SDM. Namun bila diperhatikan realitas dilapangan masih banyak sekolah khususnya di Kalteng yang belum memiliki dan mengetahui tentang fungsi dan manfaat TIK.

Semakin banyak memanfaatkan dan memberdayakan TIK semakin memiliki akses yang lebih besar terhadap informasi dan berimplikasi pada peningkatan kualitas.

"Untuk itu saya mengharapkan hasil dari pelatihan ini dapat dipraktekkan di tempat tugas masing-masing secara mandiri mulai dari instalisasi, administrasi hingga mengunggah (upload) bahan ajar berbasis TIK dan perlu dikembangkan bagaimana membentuk budaya belajar dengan memanfaatkan TIK," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026