
Palangka Raya Bebas Penyakit Kaki Gajah

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyatakan wilayah tersebut bebas dari penyakit kaki gajah yang disebabkan infeksi cacing filaria.
"Untuk kasus penyakit kaki gajah dalam beberapa tahun ini wilayah Palangka Raya tidak pernah ada," kata Kepala Dinkes Kota, Tiur Simatupang di Palangka Raya Jumat.
Dia menerangkan, untuk wilayah Palangka Raya, sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan Pusat yang berpusat pada empat wilayah di bantaran sungai.
Keempatnya adalah kawasan Mendwai, Pahandut Seberang, Kawasan Puntun dan Flamboyan Bawah.
"Dari survei pada 2014 itu tidak ditemukan satupun warga yang terserang penyakit kaki gajah. Berdasarkan evaluasi kita selama beberapa tahun terakhir Palangka Raya juga aman," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Kota Palangka Raya dirasa belum perlu memprogramkan pemberian obat untuk menanggulangi penyakit kaki gajah itu.
Dikatakannya, infeksi cacing filaria ini bersumber dari gigitan nyamuk yang mengandung filariasis yang menyebabkan darah menggumpal hingga membendung ke aliran limpa sehingga aliran darah tidak lancar dan berakibat pada pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening.
"Pembengkakan pada perempuan bisa juga terjadi pada daerah payudara dari penyumbatan kelenjar limpa di ketiak, sementara pada laki-laki bisa terjadi di alat vitalnya," katanya.
Meski wilayah Ibu Kota Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu dinyatakan bebas dari kasus kaki gajah, tetapi pemerintah kota terus melakukan berbagai upaya antisipasi pencegahan.
"Dilakukan sosialisasi tentang penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui program 3M," katanya.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
