
Promosi Ikan Jelawat Mampu Dongkrak Penjualan

Sampit (Antara Kalteng) - Gencarnya promosi ikan jelawat sebagai ikon Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, berdampak positif terhadap penjualan ikan khas daerah itu yang kini makin meningkat.
"Sekarang makin laris. Apalagi setelah ramai-ramai mengenalkan jelawat sebagai ikan khas daerah kita ini. Mendapatkannya juga sekarang makin mudah," kata Yati, salah seorang pedagang ikan di Sampit, Sabtu.
Sejak dulu Kotawaringin Timur (Kotim) dikenal sebagai daerah yang memiliki ikan khas air tawar yaitu jelawat.
Bahkan, pada masa kepemimpinan Bupati H Supian Hadi, ikan jelawat kembali dipopulerkan dan dijadikan ikon kota dengan membangun objek wisata Patung Jelawat di bantaran Sungai Mentaya Sampit pada diresmikan pada 21 Februari 2014 lalu.
Saat ini harga ikan jelawat dijual antara Rp55.000-Rp60.000 per kilogram. Permintaan terus meningkat karena makin banyak masyarakat yang meminati ikan ini dan rumah makan juga menjadikan ikan jelawat sebagai menu wajib andalan mereka.
"Dulu saya menjual hanya sebagai pelengkap. Tapi sekarang memang banyak yang mencari, makanya makin banyak pedagang yang menjual," kata Yati.
Penjabat Bupati Kotim, Godlin terus mendorong promosi ikan jelawat sebagai ikon daerah maupun komoditas ikan khas daerah. Dia yakin kepopuleran ikan jelawat membawa dampak positif bagi daerah dan masyarakat.
"Balai benih ikan di Bagendang belum lama ini berhasil melakukan pembenihan 5000 ekor jelawat dan 1.500 bibit sudah disebar di Sungai Mentaya. Mari kita pertahankan ikon dan jenis ikan jelawat serta kita kembangkan supaya memberi manfaat maksimal," harap Godlin.
Godlin menyebut ikan jelawat juga harus dilestarikan karena mulai sulit ditemukan. Harga ikan jelawat di Sampit Rp60.000, namun di daerah lain sudah ada yang mencapai Rp100.000 per kilogram.
Pewarta : Norjani
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
