
Program "Camot" Tekan Kecelakaan Pelajar Kotawaringin Timur

....Kami prihatin banyak pelajar yang dibiarkan mengendarai sepeda motor,"
Sampit (Antara Kalteng) - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menjalankan program "Camot" untuk menekan tingkat kecelakaan di kalangan pelajar yang saat ini marak terjadi di daerah itu.
"Program Cegah Anak Mengendarai Motor (Camotay salah satu upaya kami menekan potensi kecelakaan di kalangan pelajar. Kami prihatin banyak pelajar yang dibiarkan mengendarai sepeda motor," kata Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Hendra Wirawan di Sampit, Kamis.
Saat ini masih marak pelajar di Kotim mengendarai sepeda motor, khususnya di Sampit. Tindakan ini sangat disayangkan karena membahayakan diri pribadi dan orang lain.
Orang tua diminta tidak memberikan izin anak mereka menggunakan sepeda motor. Angka kecelakaan lalu lintas dengan korban pelajar di Kotim cukup tinggi, salah satu penyebabnya adalah banyaknya pelajar yang dibiarkan mengendarai motor.
Program Camot untuk menggugah para orangtua agar tidak mengizinkan anak mereka menggendarai sepeda motor. Pelajar cukup diberikan sepeda atau diantar-jemput ketika ke sekolah.
"Di daerah kita ini banyak pelajar SMP bahkan SD, ada yang dibiarkan menaiki motor. Ini berbahaya sekali. Secara kemampuan mungkin mereka bisa, tetapi secara mental tidak siap. Jangan biarkan anak-anak kita menantang bahaya karena akibatnya mati," tandas Hendra.
Beberapa hari lalu, seorang pelajar tewas terlindas truk setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol truk. Kejadian memilukan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kepolisian tidak hanya memproses hukum sopir truk, tetapi juga melakukan upaya lain untuk mencegah pelajar menggunakan sepeda motor.
Polres Kotim akan menggelar razia simpatik terhadap pelajar yang menggunakan sepeda motor. Mereka yang terjaring razia akan diminta datang bersama orangtua mereka untuk mendapatkan pembinaan dan diminta membuat pernyataan untuk tidak mengendarai sepeda motor.
Pewarta : Norjani
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
