Logo Header Antaranews Kalteng

Nelayan Seruyan Minta Pemerintah Tindak Pengguna Trawl

Sabtu, 23 Januari 2016 10:48 WIB
Image Print
Ilustrasi. (awionline.org)
Bahkan terumbu karang buatan yang telah dipasang oleh pemerintah juga rusak terkena pukat yang digunakan nelayan,"

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Nelayan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah meminta kepada pemerintah setempat untuk menindak tegas nelayan pengguna alat tangkap trawl yang banyak beroperasi di daerah pesisir wilayah tersebut.

"Kita minta pemerintah untuk menindak tegas nelayan pengguna alat tangkap terlarang seperti trawl yang berada di wilayah perairan laut Seruyan," kata Maryanto, perwakilan nelayan tradisional di Kuala Pembuang, Jumat.

Saat ini nelayan pengguna trawl jumlahnya cukup banyak, mereka bukan hanya berasal dari daerah Seruyan sendiri tapi juga datang dari daerah lain, seperti Samuda Kabupaten Kotawaringin Timur, Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, Pagatan Kabupaten Katingan, serta Banjarmasin Kalimantan Selatan.

"Nelayan ini sudah tidak dapat menggunakan alat tangkap terlarang karena adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah masing-masing, akhirnya mereka lari ke sini," katanya.

Menurutnya, banyaknya nelayan pengguna alat tangkap trawl yang masuk dan beroperasi di wilayah perairan laut Seruyan sangat merugikan nelayan setempat yang masih mengandalkan alat tangkap tradisional seadanya.

"Banyaknya nelayan pengguna trawl yang beraktivitas di wilayah perairan laut Seruyan membuat tangkapan nelayan tradisional jadi jauh berkurang, baik itu untuk ikan maupun udang," katanya.

Ia menambahkan, selain jumlah tangkapan jauh berkurang, penggunaan alat tangkap terlarang juga sudah merusak terumbu karang di perairan laut Seruyan yang menjadi tempat ikan berkembang biak.

"Bahkan terumbu karang buatan yang telah dipasang oleh pemerintah juga rusak terkena pukat yang digunakan nelayan," katanya.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mengancam keberlangsungan ikan, udang serta sumberdaya laut lainnya yang selama ini menjadi penopang kehidupan nelayan yang ada di pesisir laut Seruyan.

"Kalau dibiarkan ikan dan udang habis, lalu nelayan mau cari apa, kalau nelayan tidak bisa kerja maka mereka tidak punya penghasilan. Akhirnya roda ekonomi juga akan terganggu karena nelayan merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat Seruyan," katanya.




Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026