
Warga Seruyan Siap Bina Eks Anggota Gafatar

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Warga di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah menyatakan siap membuka eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kalimantan Barat yang saat ini berada di Desa Tumbang Sepan Kecamatan Seruyan Hulu.
"Kami menyatakan siap membina mereka," kata perwakilan warga Desa Tumbang Sepan Atinita di Kuala Pembuang, Kamis.
Sejak awal kedatangan eks Gafatar ke Desa Tumbang Sepan pada pertengahan Januari lalu, warga tidak pernah melakukan penolakan sebagaimana yang diinformasikan beberapa pihak dan beredar di berbagai media.
"Tidak ada yang menolak, selama eks Gafatar tersebut tidak mengganggu atau meresahkan warga desa," katanya.
Atinita yang juga Anggota DPRD Seruyan ini mengatakan, warga juga siap menyediakan lahan desa bagi eks Gafatar yang ingin mengembangkan usaha pertanian seperti yang pernah mereka lakukan di tempat asalnya.
"Pihak desa juga bersedia menyediakan lahan bagi eks Gafatar apabila ingin mengembangkan usaha pertanian," katanya.
Bukan hanya itu, Anggota Komisi I ini menambahkan, warga juga akan menyiapkan lahan bagi eks Gafatar yang dapat digunakan untuk membangun tempat tinggal serta rumah ibadah.
"Kita juga akan mendatangkan ustadz atau guru agama untuk memberikan bekal pengetahuan agama sehingga mereka dapat kembali ke jalan yang benar," katanya.
Menurutnya, eks Gafatar juga merupakan manusia dan warga negara Indonesia yang seharusnya mendapat perhatian serta perlakuan yang layak dari warga lainnya.
Selain itu, kehadiran eks Gafatar yang punya kemampuan dibidang pertanian dapat memberi dampak positif bagi pengembangan pertanian di Desa Tumbang Sepan.
"Kita berharap dengan kehadiran eks Gafatar yang punya kemampuan dibidang pertanian dapat menularkan bagi warga desa, sehingga pertanian di desa juga akan berkembang," katanya.
eks anggota Gafatar dari Kalbar sudah berada di "Bumi Gawi Hatantiring" sejak 12 Januari 2016. Rombongan diketuai Endi yang membawa 10 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 26 laki-laki dan 22 perempuan.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
