
Muhammadiyah Dorong Lulusan Terbaik Mau ke Pedalaman

Malang (Antara Kalteng) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong lulusan terbaik dari sekolah Muhammadiyah mau diterjunkan ke pedalaman agar kualitas pendidikan di daerah itu sama dengan kualitas pendidikan di wilayah Indonesia lainnya yang sudah maju.
"Kalau perlu kita danai sampai mereka betah dan tidak mau pulang dari pedalaman. Lulusan terbaik dari sekolah Muhammadiyah ini harus bisa memberikan contoh dan berkontribusi bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di Indonesia, tak terkecuali di daerah pedalaman," kata Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendy di sela lokakarya di Malang, Minggu.
Lokakarya Peningkatan Mutu Sekolah Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung Jumat-Ahad (26-28/2) itu diikuti 150 kepala sekolah Muhammadiyah terbaik di Indonesia, dari tingkat SD hingga SMA dengan tujuan menaikkan peringkat sekolah-sekolah Muhammadiyah secara nasional.
Mantan Rektor UMM itu menilai kegiatan workshop tersebut dipandang relevan karena saat ini Muhammadiyah memiliki 5.719 unit sekolah dasar sampai sekolah menengah yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah kepala sekolah dan guru sebanyak 60.474 orang.
Jumlah itu, kata Muhadjir, tentu memerlukan perhatian khusus agar seluruh sekolah Muhammadiyah berdiri sejajar dengan standar mutu yang sama, sekaligus mengatasi kesenjangan pendidikan.
"Sekolah Muhammadiyah harus menjadi yang terdepan, mulai dari kualitas sekolah, guru, murid dan juga alumninya," katanya.
Selain Muhadjir, beberapa tokoh yang hadir memberikan materi diantaranya Prof Dr Malik Fadjar, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu'ti MEd, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof Dr Baedhowi, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Dr Hamid Muhammad, Sekjen Kemendikbud Didid Suhardi, Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud Drs Purwadi Sutanto M.Si, serta Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud Dr H Khamim dan Dr Supriano MEd.
Sementara itu Prof Dr Malik Fadjar mengatakan pengembangan mutu pendidikan sekolah yang searah dengan perkembangan zaman merupakan suatu keharusan jika tak ingin terhempas dari persaingan. Karenanya, lokakarya ini merupakan salah satu langkah strategis agar mutu tetap terjaga dan terus berkembang.
"Peningkatan mutu itu tiada akhir dan tiada batas, untuk itu perkembangan mutu haruslah menjadi sesuatu yang menggairahkan, menyenangkan, dan juga mencerdaskan," ucapnya.
Sedangkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu'ti mengemukakan program pemerintah untuk mendirikan sekolah-sekolah di daerah prioritas 3T, yaitu terluar, terpencil, dan tertinggal akan sulit berjalan maksimal tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan.
"Di sinilah peran kampus seperti UMM sangat diperlukan sebagai basis pengembangan sekolah Muhammadiyah di daerah. Guru-guru muda lulusan UMM bisa berkontribusi memajukan pendidikan bangsa," paparnya.
Beberapa materi lokakarya adalah kultur berkemajuan dan pemberdayaan sekolah Muhammadiyah, kebijakan kendali mutu sekolah Muhammadiyah dan standar Kemendikbud, manajemen berbasis sekolah menuju kultur sekolah bermutu, serta akreditasi sekolah.
Selain itu, peserta juga berkesempatan meninjau salah satu sekolah unggulan Muhammadiyah, yaitu SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
