Logo Header Antaranews Kalteng

Petani Tambak Seruyan Kesulitan Angkut Hasil Panen

Senin, 29 Februari 2016 09:11 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga merehabilitasi tambak yang digunakan untuk budidaya ikan. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Petani tambak ikan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil panen karena belum memadainya akses jalan yang tersedia di area tambak.

"Kami kesulitan mengangkut hasil panen karena belum adanya akses jalan yang memadai," kata Roso (48), salah satu petani tambak di Kuala Pembuang, Minggu.

Saat ini puluhan petani tambak ikan Bandeng di jalur 10 yang lokasinya berjarak sekitar empat tiga kilometer dari komplek Pemkab Seruyan, hanya mengandalkan jalan kecil dengan lebar tidak lebih dari dua meter dengan kondisi berupa tanah liat, dan jembatan yang sering dilewati hanya menggunakan beberapa lembar papan.

"Kalau hujan tidak bisa dilewati kendaraan, lumpurnya saja mencapai ketinggian mata kaki, kalau sudah demikian terpaksa jalan kaki sehingga sulit sekali mengangkut hasil panen," katanya.

Meskipun kondisi tersebut sudah terjadi cukup lama, namun tapi tidak pernah tersentuh pembangunan oleh pemerintah, bahkan 50 hektar lebih tambak yang sudah berumur belasan tahun tidak pernah mendapat bantuan dan hanya mengandalkan pembangunan secara mandiri.

"Harusnya tambak sebagai salah satu tempat kegiatan ekonomi masyarakat harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah, agar ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik," katanya.

Terkait masalah tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Seruyan Priyo Widagdo mengatakan, selama ini anggaran untuk kegiatan perikanan masih sangat minim, sehingga harus mendahulukan kebutuhan prioritas dan kegiatan yang sudah diusulkan lebih dulu.

"Jadi pembangunan atau pembuatan jalan tambak itu nanti bisa saja diusulkan melalui proposal sehingga nanti bisa diperjuangkan untuk mendapat anggaran pembangunan," katanya.




Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026