Logo Header Antaranews Kalteng

PLN Muara Teweh Siagakan Petugas Hadapi UN

Kamis, 31 Maret 2016 15:40 WIB
Image Print
Ilustrasi, Peserta ujian Nasional (FOTO ANTARA Kalteng/Rachmat Hidayat)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - PT PLN Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menyiagakan sejumlah petugas untuk mengantisipasi terjadinya gangguan listrik dalam pelaksanaan ujian nasional pada 4-6 April 2016.

"Petugas PLN kita siagakan untuk mengantisipasi sewaktu-sewaktu ada gangguan listrik, sehingga segera kita normalkan," kata Manajer PT PLN Muara Teweh Tatok Winarko di Muara Teweh, Rabu.

Tatok mengatakan, PLN berharap selama pelaksanaan UN tidak ada gangguan. Sekolah yang melaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau computer based test (CBT) ditawarkan meminjamkan mesin generator dengan daya 2.200 volt ampere.

Namun mesin genset itu dinilai tidak cukup, sehingga perlu disiagakan petugas untuk mengantisipasi gangguan listrik. PLN berupaya memaksimalkan jadwal pemeliharaan untuk mengantisipasi gangguan tersebut.

"Kami tetap berharap tidak ada gangguan dalam pelaksanaan UN, namun juga pada hari-hari biasa diharapkan listrik tak ada gangguan," ujarnya.

Tatok mengakui dalam dua hari terakhir listrik di Muara Teweh dan sekitarnya terjadi gangguan jaringan yang mengakibatkan listrik padam total karena beberapa jaringan kabel listrik, terutama jalur luar kota atau arah Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu dan arah menuju Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.
Pada dua lokasi itu ada pohon roboh menimpa kabel dan tiang listrik akibat hujan lebat sehingga listrik padam.

"Saat musim hujan ini mesin pembangkit listrik tenag diesel (PLTD) masih aman karena cuaca dingin, namun listrik mengalami gangguan karena banyak pohon roboh," jelas dia.
Dia mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi gangguan listrik dengan memotong atau memangkas ranting pohon, perbaikan jaringan dan lainnya, namun hal itu dinilai percuma kalau kejadian gangguannya pohon roboh.

Sebab jarak antara lima sampai 10 meter atau di seberang jalan, kalau pohon yang besar roboh potensi kena jaringan listrik juga terganggu jaringan listrik.

"Kami akui potensi gangguan di Muara Teweh lumayan besar karena kondisi lingkungan yang dilayani sebagian besar melalui jalur hutan sehingga mempengaruhi kehandalan jaringan," katanya.

Saat ini PLN Muara Teweh masih melakukan pemadaman bergilir sejak 6 Maret-18 April 2016 pada malam hari mulai pukul 17.00-23.00 WIB akibat kerusakan mesin PLTD yang berakibat daya listrik defisit.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Elpi Epanop mengatakan, UN akan diikuti 1.516 orang siswa di sejumlah sekolah di daerah ini, yakni berasal dari SMA sebanyak 831 siswa, SMK 483 siswa, dan Madrasyah Aliyah 201 orang serta SMA Luar Biasa satu orang.

Penyelenggaran UN dilakukan serentak, namun tahun ini Barito Utara baru dua sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau CBT, yaitu SMAN 1 Muara Teweh dan SMKN 1 Muara Teweh, sedangkan sekolah lainnya masih menggunakan kertas atau paper based test (PBT).

"Kita harapkan dalam pelaksanaan UN nanti berjalan lancar, terutama listrik bagi sekolah ujiannya menggunakan komputer," kata Elpi.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026