
Barito Utara Butuh Rumah Singgah Pelayanan Sosial

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah sangat membutuhkan rumah singgah untuk memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan tertentu.
"Rumah singgah ini sebagai tempat pelayanan bagi mereka yang terkena psikotik maupun gelandangan yang selama ini sering jalan-jalan di pinggir jalan raya bahkan mereka ini pernah sampai ditangkap pihak kepolisian," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Utara, Yaser Arapat di Muara Teweh, Jumat.
Menurut Yaser, pada 2017 Dinas Sosial Kabupaten Barito Utara akan berdiri sendiri terpisah dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Sehingga akan terjadi peningkatan pelayanan, karena Dinas Sosial itu nantinya akan menjadi tipe B yang akan menangani tiga bidang.
"Padahal bidang sosial ini tidak memiliki dana yang cukup untuk menangani hal-hal tersebut, sementara yang paling mendesak adalah rumah singgah, sedangkan untuk panti hanya ada di Palangka Raya saja," katanya.
Yaser mengatakan akan sulit menangani penderita psikotik atau yang mengalami gangguan kejiwaan bila tidak ada anggaran dan tidak ada tempat khusus seperti rumah singgah.
"Padahal itu paling penting supaya mereka dapat diamankan dan tidak berkeliaran dipinggir jalan raya. Bila kita tangani mau ditempatkan dimana. Selain itu petugas kita juga perlu dilatih secara khusus," ucapnya.
Dia mengatakan dengan berubah menjadi dinas, tentu akan banyak memberi dampak untuk membantu pelayanan rehabilitasi sosial. Karena saat masih menjadi instansi vertikal program sosial ini sudah tersusun dari pusat hingga ke kabupaten.
"Mudah-mudahan pada 2017 nanti, setelah menjadi dinas sosial, rumah singgah ini mendapat anggaran pembangunannya. Termasuk juga masalah anggaran untuk penertiban lokalisasi yang direncanakan tahun depan," kata Yaser.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
