Logo Header Antaranews Kalteng

Wow! Rp 50 Miliar Untuk Pembenahan Bundaran Besar Palangka Raya

Minggu, 12 Maret 2017 01:30 WIB
Image Print
Source image by Goole (Istimewa)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Pemerintah kota Palangka Raya mendukung penuh rencana pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi bundaran besar sebagai ikon ibu kota provinsi di daerah itu.

"Kami siap mendukung rencana pemerintah provinsi (pemprov) Kalimantan Tengah dalam membenahi kawasan bundaran besar itu," kata Wali Kota Palangka Raya, Dr HM Riban Satia, Sabtu.

Riban mengatakan bahwa pembenahan kawasan bundaran besar yang menjadi ikon "Kota Cantik" Palangka Raya itu merupakan obsesi pak Gubernur Kalteng. Sebab, pak Gubernur mengiginkan adanya perubahan yang mendasar pada kawasan tersebut.

"Kami mendukung apa yang sudah menjadi kebijakan pemprov Kalteng, namun kalau kami boleh menyarankan agar dalam pembenahannya nanti tidak menghilangkan nilai-nilai histori dari bundaran besar itu, seperti patung yang berada di tengah bundaran besar itu harus tetap dipertahankan," kata Wali Kota dua periode itu.

Pihaknya juga setuju, apabila kawasan bundaran besar dipercantik asalkan tidak mengubah bentuk aslinya. Sebab, kata dia, bundaran besar tersebut merupakan simbol atau ikon sejarah kota Palangka Raya.

"Kawasan bundaran besar itu bisa dibilang sebagai saksi bisu pembangunan ibu kota provinsi Kalteng ini, sehingga nilai-nilai historinya perlu dipertahankan dan dilestarikan," tandasnya.

Riban juga berkeyakinan, apabila pembenahan bundaran besar nantinya sudah dilakukan, maka akan menambah daya tarik masyarakat luar maun dalam kota Palangka Raya hingga tidak menutup kemungkinan akan menjadi salah satu objek wisata.

Menurut informasi, pemrov Kalteng menggelontorkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk pembenahan kawasan bundaran besar tersebut.

Bundaran besar yang dibangun pada tahun 1957-1959 memiliki desain unik dan kaya makna. Di kawasan sekitar Bundaran Besar Kota Palangka Raya terdapat monumen dengan patung tentara, perempuan dan lelaki sipil, naga serta burung Enggang.

Dalam buku karya Wijanarka berjudul Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangka Raya terbitan tahun 2006 disebutkan terdapat delapan jalan menyilang menuju monumen bundaran besar, dengan jari-jari Bundaran berukuran 2 X 45 Meter. Sedangkan jari-jari lingkar monumen berukuran 17 Meter.

Konsep tersebut telah menggambarkan bundaran besar merupakan simbolisasi Tanggal, Bulan dan Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026