Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim gencar budidaya ikan jelawat

Senin, 26 Februari 2018 17:33 WIB
Image Print
Ikan jelawat sebagai ikon Kota Sampit. (Istimewa)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, gencar membudidayakan ikan jelawat yang merupakan ikan khas yang dijadikan ikon daerah setempat.

"Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur harus memberikan perhatian yang lebih kepada budidaya ikan jelawat. Produksinya harus ditingkatkan," kata Wakil Bupati, HM Taufiq Mukri di Sampit, Senin.

Jelawat merupakan ikan air tawar khas Kalimantan. Kabupaten Kotawaringin Timur telah menjadikan ikan yang rasanya lezat tersebut sebagai ikon daerah. Bahkan patung jelawat yang dibangun di pinggir Sungai Mentaya, kini menjadi salah satu objek wisata favorit di kota Sampit.

Klaim jelawat sebagai ikon daerah sudah sejak lama karena dulunya Kotawaringin Timur memang penghasil ikan jelawat. Namun setelah terjadi pemekaran wilayah, kini kawasan penghasil jelawat masuk di wilayah Kabupaten Seruyan dan Katingan.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berupaya agar produksi ikan jelawat kembali ditingkatkan. Dinas Perikanan diminta melakukan upaya-upaya membantu masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan jelawat.

"Selain meningkatkan budidaya ikan jelawat, produk olahannya juga harus terus ditingkatkan, seperti kerupuk jelawat, bakso dan lainnya. Jelawat telah ditetapkan sebagai ikon Kota Sampit, maka kita harus terus kembangkan itu," kata Taufiq.

Dipopulerkannya jelawat sebagai ikon daerah, dirasakan membawa dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Banyak peluang usaha terbuka, seperti jasa wisata, kuliner berbahan dasar jelawat, kerajinan hingga pakaian.

Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Heriyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya peningkatan budidaya dan produksi ikan jelawat. Diakuinya, jelawat adalah jenis ikan yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal kualitas air dan perawatannya.

Saat ini Dinas Perikanan menjajaki lokasi yang bagus untuk budidaya ikan jelawat. Dua lokasi yang bisa menjadi pilihan yaitu Danau Pamalasan Desa Hanjalipan Kecamatan Kotabesi dan Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang.

Tim sudah memeriksa lokasi dan kualitas airnya yang dinilai cocok untuk budidaya jelawat, yakni dengan kandungan kadar oksigen 2,9 dan keasaman 5,7. Saat ini sedang dilakukan ujicoba dengan menabur 100 ekor bibit jelawat.

Jika perkembangannya bagus maka akan dilakukan tabur bibit jelawat dalam jumlah besar. Dinas Perikanan berharap budidaya jelawat dapat berhasil sukses meski sebelumnya belum menunjukkan hasil memuaskan.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026