Logo Header Antaranews Kalteng

BPS: pembangunan manusia di Kalteng mengalami kemajuan

Jumat, 11 Mei 2018 08:55 WIB
Image Print
Indeks Pembangunan Manusia. (Istimewa)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Badan Pusat Statistik mencatat pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Tengah terus mengalami kemajuan ditandai dari Indeks Pembangunan Manusia tahun 2017 berada di angka 69,79, meningkat 0,66 poin dibandingkan tahun 2016.

Selama periode 2016 hingga 2017 komponen pembentukan IPM di provinsi ini juga terus mengalami peningkatan, kata Kabid Statistik Sosial BPS Kalteng, Syafi`i Nur di Palangka Raya, Kamis.

"Bayi yang baru lahir di tahun 2017 di provinsi Kalteng ini memiliki peluang untuk hidup hingga umur 69,59 tahun, meningkat 0,02 tahun dibandingkan tahun 2016," ucapnya.

Anak-anak usia tujuh tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,45 tahun pun meningkat 0,12 tahun dibanding tahun 2016. Penduduk usia 25 tahun ke atas di provinsi ini secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,29 tahun, meningkat 0,16 tahun dibandin tahun sebelumnya.

Syafi`i mengatakan pengeluaran per kapita masyarakat, menurut harga konstan 2012, telah mencapai Rp10,49 juta pada tahun 2017, meningkat Rp337 ribu dibandingkan tahun 2016.

Dari berbagai data ini yang membuktikan pembangunan manusia di Kalteng terus mengalami kemajuan dan status IPM Kalteng pun berada di level sedang, katanya.

Sementara itu, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/Kota di Kalteng cukup bervariasi. IPM terendah di tingkat Kabupaten/Kota berada di Kabupaten Seruyan dengan angka 66,14 dan tertinggi di Kota Palangka Raya 79,69 poin.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup saat lahir di tingkat Kabupaten/Kota tertingginya di Kota Palangka Raya sampai umur 73,13 tahun, dan terrendah di Katingan sampai umur 65,53 tahun.

"Lama sekolah terendah di Kabupaten Murung Raya sekitar 7,38 tahun dan tertinggi di Palangka Raya selama 11,04 tahun. Kalau untuk pengeluaran per kapita, terrendah itu berada di Kabupaten Sukamara sekitar Rp8,2 juta per tahun, dan tertinggi di Palangka Raya sebesar Rp13,4 juta per tahun," kata Syafi`i.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026