Logo Header Antaranews Kalteng

Pemprov apresiasi beroperasinya RS Katolik di Palangka Raya

Minggu, 8 Juli 2018 14:51 WIB
Image Print
Uskup Keuskupan Palangka Raya Mrg Aloysius Sutrisnaatmaka MSF berikan sambutan saat peresmian rumah sakit Awal Bros Betang Pambelum, di Palangka Raya, Sabtu (7/7). (Istimewa)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi telah beroperasinya Rumah Sakit Katolik bernama Awal Bros Betang Pambelum dan harapannya dapat menambah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Adanya tambahan satu rumah sakit yang baru diresmikan ini tentunya akan dapat mengurangi penumpukan pasien di satu tempat, kata Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Yuel Tanggara di Palangka Raya, Minggu.

"Kalau bicara pelayanan, sudah pasti tiap tahun tuntutannya peningkatan dan peningkatan. Sekarang di Kalteng ada satu tambahan rumah sakit baru, dan pemerintah menuntut pelayanan kesehatan lebih baik," ucapnya.

Seremoni peresmian beroperasinya RS Awal Bros Betang Pambelum ini dilaksanakan, Sabtu (7/7). Peresmiannya turut dihadiri antara lain mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2015, Agustin Teras Narang, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono.

Yuel mengatakan, mengingat rumah sakit milik Katolik ini masih baru, maka pihak manajemen perlu terus meningkatkan pelayanan. Sebab, masyarakat sangat menuntut RS memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan nyaman.

"Ya, ke depan harus dilakukan pengembangan. Memang dilakukannya secara perlahan, tapi arah ke perbaikan harus tetap ada tiap tahun. Sama juga rumah sakit lain, juga dituntut seperti itu," kata Yuel.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum, Natalia Ririn Furadantin, menegaskan, meski masih baru namun sarana prasarananya sudah sangat memadai. Beberapa yang menjadi unggulan yakni, Ct-scan dengan 128 slices, X-Ray, Aniografi atau Cath Lab untuk bagian jantung.

Sedangkan dari tenaga medis, RS tersebut telah memiliki 30 dokter spesialis dan 12 dokter umum. Kamar perawatan sebanyak 52 kamar yang terdiri dari kelas III, II, I dan deluxe. Dan, sedang dalam dipersiapkan sebanyak 230 kamar perawatan.

"Sarana dan prasarana medis sudah baik, dan ini akan terus kita kembangkan lagi. Jadi, biarpun masih baru, namun untuk layanan kami pastikan sangat baik," kata Ririn.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026