
Dinkes Kalteng ingatkan warga waspadai ISPA

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Yayuk Indriati, mengingatkan warga setempat agar waspada terhadap infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) yang rawan terjadi saat musim kemarau.
Selama dua bulan terakhir ini penderita ISPA di provinsi ini mengalami peningkatan sekitar 30 persen, sehingga diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk mewaspadainya, kata Yayuk di Palangka Raya, kemarin.
"Peningkatan kasus ISPA itu hampir merata di kabupaten/kota se-Kalteng. Penyebabnya tentu karena musim kemarau dan mulai terjadinya kabut asap tipis di sejumlah wilayah Kalteng," katanya menambahkan.
Menurut dia, peningkatan titik panas dalam beberapa waktu belakangan dapat menjadi peringatan, karena pontensi karhutla bisa saja terjadi yang kemudian terdampak terhadap kabut asap, sehingga warga yang banyak melakukan aktivitas diluar ruangan, diimbau untuk menggunakan masker serta menjaga kondisi fisiknya.
Yayuk mengatakan, saat ini jumlah masker dan tabung oksigen portable di Dinkes Kalteng dalam keadaan cukup dan siap apabila diperlukan. Sejumlah lembaga bahkan telah meminta masker ke Dinkes Kalteng untuk dibagikan kepada masyarakat.
"Kami memang belum melakukan pembagian masker. Tapi kami sudah membagikan ke sejumlah lembaga yang meminta dan itu sudah disuplai. Terpenting sekarang ini, masyarakat harus menjaga kondisi fisik agar terhindar dari ISPA," ucapnya.
Plt Kepala Dinkes Kalteng ini mengaku, sejak awal tahun 2018 sudah menguatkan perencanaan untuk mengantisipasi berbagai masalah dari karhutla, khususnya antisipasi kabut asap. Sebab, melihat kondisi cuaca yang diprediksi akan mengalami kemarau kering, tidak menutup kemungkinan kabut asap seperti tahun 2015 terulang lagi.
"Kondisi musim kemarau sekarang ini memang lebih kering dan panjang dibandingkan tahun lalu. Kondisi itu tentu sangat mengkhawatirkan. Saya berharap tidak terkaji kabut asap," demikian Yayuk.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
