Logo Header Antaranews Kalteng

Ribuan orang di Seruyan menderita ISPA

Rabu, 3 Oktober 2018 13:30 WIB
Image Print
Sejumlah pasien sedang antri berobat di Puskesmas Kuala Pembuang, Rabu (3/10/18). (Foto Antara Kalteng/Muhammad Arif Hidayat)
pasien yang menderita ISPA bervariasi, mulai dari anak- anak hingga dewasa

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Kendati tidak ada kabut asap yang terjadi di Kabupaten Seruyan seperti daerah lainnya di Kalimantan Tengah, namun ribuan orang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Januari hingga Akhir Agustus 2018.

Penyakit ISPA masih menjadi penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat, khususnya di wilayah ibu kota kabupaten yaitu Kuala Pembuang, kata Kepala UPTD Puskesmas Kuala Pembuang I Achmad Syahlani di Kuala Pembuang, Rabu.

"Pada Agustus ada sebanyak 317 orang pasien yang terkena ISPA. Kalau direkap sejak awal tahun hingga Agustus 2018, ada sebanyak 2.133 pasien yang menderita ISPA," katanya.

Walaupun cuaca nampak normal dan tidak adanya kabut asap yang menyelimuti Kuala Pembuang, namun ISPA tetap menjadi penyakit terbanyak yang diderita masyarakat. Bahkan penyakit diare yang menjadi terbanyak kedua jumlahnya berbeda cukup jauh, yaitu sebanyak 237 pasien terhitung sejak awal tahun hingga Agustus 2018.

Ia menjelaskan, hal ini diakibatkan sejak beberapa waktu terakhir wilayah Seruyan menghadapi musim kemarau, sehingga lingkungan menjadi kering dan membuat debu menyebar ke berbagai tempat. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama banyaknya masyarakat yang menderita ISPA.

Selama ini pasien yang menderita ISPA bervariasi, mulai dari anak- anak hingga dewasa. Mereka yang terkena ISPA pun dianjurkan untuk menggunakan masker agar kondisinya tidak semakin parah.

"Karenanya sangat penting kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya, sehingga udara yang dihirup pun berkualitas dan tidak tercemar oleh debu," ungkapnya.

Petugas kesehatan secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang bagaimana cara menerapkan pola hidup sehat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit termasuk ISPA.

Masyarakat pun selalu dianjurkan dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan cara mengkonsumsi makanan serta vitamin, menerapkan perilaku hidup bersih serta rajin berolahraga.

Sementara itu kunjungan masyarakat secara keseluruhan sejak awal tahun hingga Agustus 2018 adalah sebanyak 14.663 pasien. Terdiri dari 12.941 pasien umum dan 1.722 pasien bpjs.

"Untuk tahun ini pasien yang berobat secara gratis masih kami permudah dengan hanya membawa identitas diri yang menunjukkan domisili Seruyan. Namun tahun depan mereka sudah harus membawa surat keterangan tidak mampu, dimana saat ini secara bertahap sudah mulai kami sosialisasikan," demikian Syahlani.



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026